KPU Blak-blakan Teken Mega dan Dirinya, Hasto: PDIP Tak Pernah Negosiasikan PAW Harun Masiku

Jumat, 10 Januari 2020 | 23:29:42 WIB
Hasto kristianto

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah bila PDIP melakukan negosiasi untuk memuluskan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku untuk menggantikan caleg terpilih yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Kasus PAW Nazarudin Kiemas ini berujung dugaan korupsi yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Kami tidak pernah [melakukan] proses negosiasi karena hukum untuk PAW itu sifatnya rigid, sifatnya sangat jelas dan diatur berdasarkan ketentuan suara," kata Hasto di arena Rakernas PDIP, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan pihaknya sudah melakukan PAW terhadap Nazarudin yang meninggal sesuai regulasi yang berlaku.

"Karena apapun tanpa legalitas dan konstruksi hukum yang sangat kuat PAW tersebut tidak bisa dilakukan," kata dia.

Hasto menyatakan pihaknya mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah menetapkan beberapa tersangka atas kasus tersebut.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut ada tanda tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam surat permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Nasiku untuk menggantikan caleg terpilih yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Proses permohonan PAW Harun ini kemudian melibatkan upaya suap. Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Harun kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sementara, pihak yang ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin adalah Riezky Aprilia.

Harun Masiku sendiri, hingga saat ini dilaporkan masih belum menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pasca penangkapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan beberapa orang lainnya yang diduga terkait PAW dirinya.(R04)

Terkini