PASIR PENGARAIAN (RIAUSKY.COM) - Siswa SMA Negeri 3 Rambah pada beberapa hari lalu melakukan aksi demo di halaman sekolahnya yang beralamat KM 7 Kota Pasir Pengaraian.
Mereka demo, karena kesal akibat jarangnya Kepala Sekolah mereka masuk kantor.
Akibat Kepala SMA Negeri 3 Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Kenedi S.Si jarang masuk, mengakibatkan kurangnya perhatian Kenedi ke sekolahnya.
Saat menjawab Riausky.com, Kamis (23/01) Kepala SMA Negeri 3 Rambah Kenedi S.Si mengakui kalau dirinya jarang masuk kantor.
Hal ini disebabkan oleh kesibukannya dalam mencari dan mendapatkan lahan untuk pendirian gedung baru SMA Negeri 3 Rambah.
"Hingga saat ini, gedung tempat siswa belajar itu masih menumpang di gedung milik Pemda Rokan Hulu. Alhamdulillah, saat ini lahan untuk sekolah sudah ada." Papar Kenedi menjelaskan.
Lebih lanjut Kenedi menerangkan, pada tahun 2020 ini, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan Riau telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 3,5 Miliar untuk pembangunan Unit Sekolah Baru bagi SMA Negeri 3 Rambah.
Dijelaskan Kenedi, perjuangan untuk mendapat anggaran pembangunan sekolah itu bukan lah mudah. Tapi tidaklah menjadi masalah. Yang terpenting, tahun ini akan ada bangunan baru untuk SMA Negeri 3 Rambah-Rokan Hulu.
Kenedi S.Si, menilai aksi demo yang dilakukan oleh para siswa tersebut, dinilai ada pihak guru yang menggerakkannya. Hal ini dilakukan karena ada maksud tertentu dari mereka.
Pada kesempatan terpisah, mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Riau Kabupaten Rokan Hulu Hamdani SE MM mengungkapkan, harapannya, agar aksi demo siswa itu tidak ditunggangi. Karena, bila hal itu terjadi, akan berakibat fatal bagi kelangsungan belajar bagi siswa.
Menurut Hamdani, jarangnya Kenedi S.Si masuk sekolah lebih disebabkan oleh tingginya urusan dia dalam mendapatkan anggaran untuk pembangunan gedung baru SMA Negeri 3 Rambah. Baik itu ke Pemprov Riau dan ke Kementerian Pendidikan di Jakarta. (R19)