Cara PKS Minta Anies Fokus Tangani Banjir, ''Banjir itu Ujian Buat Mas, Jangan Mikir Pilpres Dulu, Fokus Saja Pada Jakarta ...''

Rabu, 26 Februari 2020 | 01:49:55 WIB
Mardani Ali Sera

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera turut mengkritik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang ingin menggelar Formula E di Monas, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, PKS merupakan pihak pendukung Anies Baswedan. 

Hal itu diungkapkan Mardani Ali Sera di acara Sapa Indonesia Malam pada Senin (24/2/2020).

Mulanya, Mardani Ali Sera memperingatkan Anies Baswedan untuk lebih fokus pada permasalahan banjir dibanding rumor Capres 2024.

Pasalnya, apapun yang terjadi,  warga Jakarta juga merupakan tanggung jawab Anies Baswedan.

"Apapun yang terjadi di Jakarta, jangankan melibatkan ribuan orang, satu orang pun tanggung jawab kepala daerah," kata Mardani seperti dilansir TribunWow.com dari Kompas TV pada Selasa (25/2/2020).

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

"Ali Sadikin mengatakan tanggung jawab gubernur itu dari sebelum lahir sampai sudah dikubur."

"Apalagi yang lagi hidup dan tiba-tiba kena banjir," ungkap Mardani.

Menurut Mardani, banjir merupakan ujian bagi Anies.

Sehingga, Anies diminta untuk terus fokus dan mengabaikan soal rumor Capres 2024.

"Banjir ini ujian kepemimpinan Mas Anies Baswedan. Saya selalu bilang Mas Anies 'Mas, jangan pikirin 2024, sampean itu fokus di Jakarta, Jakarta, Jakarta," tegas Mardani.

Saat ditanya mengapa dirinya memberi nasihat tersebut, Mardani menilai rumor Capres 2024 itu sebenarnya gangguan bagi Anies.

Rumor itu menurutnya justru bisa menjadi boomerang bagi Anies.

"Karena banyak yang gangguin, kayak survei-survei yang sekarang ini. Kan gini, Mas Anies ini selalu digadang-gadang maju di 2024," kata pria 51 tahun tersebut.

"Ini buat saya bisa angin surga yang membunuh, karena dia nanti akan larut 'Oh saya sudah besar'," katanya.

Sehingga, Mardani mengingatkan lagi bahwa masih banyak masalah di Jakarta yang harus segera dibenahi.

"Padahal di depan matanya ada masalah banjir, ada masalah macet, ada masalah bagaimana penataan birokrasi. Karena banjir ini enggak akan selesai," ujar Mardani memperingati.(R04)
 

Terkini