Bahagia Bisa Komunikasi dengan Pasien Covid-19, Gubsu Edy Rahmayadi: Mereka Sehat, Bahkan Saya Suruh Push Up

Rabu, 06 Mei 2020 | 14:47:19 WIB
Edy Rahmayadi berkomunikasi dengan pasien Covid-19. Foto : ist

RIAUSKY.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19, Martha Friska Medan, Selasa (5/5/2020).

“Saya ke sini mau lihat semuanya. Saya tanya ke pasien tadi di dalam, kondisinya baik. Berarti kalian (tenaga kesehatan) melaksanakan tugas dengan baik. Saya sempat berfikir negatif, tetapi setelah saya lihat semua oke,” ujarnya.

Edy memang tidak dibenarkan bertemu langsung dengan pasien, sehingga dia melakukan sambungan telepon sambil melihat keadaan di dalam ruangan pasien melalui CCTV.


Edy Rahmayadi berkomunikasi dengan pasien Covid-19. Foto : ist

Usai berbicara kepada 8 orang pasien di dalam RS, dia menyebut mereka sudah sehat. 

“Jadi mereka ini kan rata-rata sudah di atas 14 hari. Secara laporan ke saya, mereka sehat dan sudah stabil, tetapi menunggu kepastian hasil Swab yang sudah dilakukan atau yang dikirim ke Jakarta. Setelah saya lihat, mereka sehat, bahkan saya suruh push up,” sebut Edy.

Edy mengaku sempat ada kekhawatiran saat masuk ke RS khusus Covid-19 itu. Namun baginya, semua yang bertugas adalah anak-anaknya, rakyat Sumut yang sama sekali tak terlihat rasa takut bagi mereka untuk mengabdi sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.

“Takut itu pasti, tetapi anak-anak saya ini, petugas ini, mereka saja tak khawatir, mereka semangat mengabdi. Saya Gubernurnya masa nggak berani? Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan sedang puasa. Tetapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti perintah mereka (petugas kesehatan),” jelasnya.

Edy juga menyinggung soal adanya kabar miring tentang petugas kesehatan yang ditelantarkan atau tidak diurus Pemprov Sumut atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya isu itu sangat kurang baik, mengingat selain upaya terus dilakukan semua pihak guna menuntaskan wabah ini, tenaga kesehatan juga tetap bersemangat merawat pasien.

“Kalau ada yang bilang tidak digaji, itu tidak benar. Soal uangnya, memang sedang diproses,” pungkasnya. (R03)

Sumber: Pojoksatu.id

Terkini