81 Siswa di SMKN 1 Tapung Hulu Kampar Keracunan, Diduga Konsumsi Makanan MBG

81 Siswa di SMKN 1 Tapung Hulu Kampar Keracunan, Diduga Konsumsi Makanan MBG
Wakil Bupati Kampar Misharti saat mengunjungi para siswa SMKN 1 Tapung Hulu yang menjadi korban diduga keracunan makanan MBG.

TAPUNG (RIAUSKY.COM)- Kasus keracunan makanan dengan korban para pelajar kembali terjadi di Provinsi Riau.

Setelah kasus keracunan yang melibatkan puluhan pelajar di Kota Dumai, Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Dugaan sementara,  keracunan makanan ini terjadi setelah mereka  mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 81 orang siswa di sekolah menengah kejuruan ini mengalami gejala mual, muntah, dan diare.

Akibatnya, mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat.

Sebanyak 71 orang pelajar dilaporkan mendapatkan penanganan kesehatan dari petugas medis di Puskesmas Tapung Hulu, sementara 10 orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit PTPN V di wilayah Tandun.

"Gejalanya mereka mengalami mual dan muntah-muntah dan mencret. Dari Selasa sampai tadi masih ada siswa yang dibawa ke Puskesmas,"  ungkap Kepala Puskesmas Tapung Hulu, Nurhaidin.

Hingga laporan terakhir yang diterima, jelas Murhaidin, kondisi para siswa telah membaik. Seluruh mereka  yang sebelumnya sempat menjalani perawatan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” ujar dia.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama beberapa dinas terkait lainnya masih  menelusuri dan menyelidiki dugaan penyebab keracunan massal yang dialami oleh para siswa di sekolah tersebut.

Berdasarkan informasi dari sejumlah siswa dan guru, makanan tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan TMK di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu.

Pasca mendapati laporan tentang kasus keracunan massal ini, Wakil Bupati Kampar Dr Misharti yang juga merupakan Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar langsung turun ke sekolah tentang dimana para korban mendapatkan makanan dan turun ke dapur SPPG yang mengelola orogram MBG di SKM tersebut.

Misharti turun bersama Kepala Dinas Kesehatan Zulhendra Dasaat, perwakilan BPOM, Dinas Ketahanan Pangan.

Di lokasi, sebut Misharti, Satgas langsung melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium.

Kepada pengelola SPPG, Misharti juga menjelaskan, untuk sementara kegiatan pemberian makan bergizi yang dikelola oleh SPPG ini dihentikan dan tidak boleh berproduksi dahulu.

Dia menyebutkan, langkah ini dilakukan sampai ada kebijakan dan koordinasi bersama Badan Gizi nasional.

Dia juga menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah Kabupaten Kampar terhadap pelaksanaan program MBG di wilayahnya.

''Program ini bagus, kita mendukung hal-hal yang bagus. Tapi, jangan sampai program ini dirusak oleh hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Semuanya harus disesuaikan dengan prosedur. SOP nya semuanya disesuaikan dengan prosedur, karena program ini sejatinya bagus,'' tegas Misharti kepada Kepala SPPG dan perwakilan yayasan.

''Program ini (MBG.red) kan untuk anak-anak kita. Kalau sampai terjadi keracunan seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab, Yang susah kan kita. karena ini  masyarakat saya, warga kita masyarakat Kampar, kita pemerintah bertanggung jawab untuk ini. Walau pun KPPG yang melakukan ini, tapi kami juga yang memastikan kesehatan anak-anak ini dan kita cek sampai ke Puskesmas,''ungkap Misharti lagi.

Misharti juga mengaku sangat menyayangkan kasus keracunan ini sampai terjadi, dan dia sangat prihatin. Karena itulah, pihaknya meminta Dinas Kesehatan, BPOM untuk melakukan Observasi. 

Dia juga berharap, untuk kasus-kasus seperti ini, haru ada tindakan dari Badan Gizi Nasional dan Koordinator Wilayah KPPG khususnya bagi SPPG-SPPG yang perlu dibina dan dilakukan penguatan-penguatan, sehingga, ke depan kasus seperti ini tidak terjadi lagi. (CR2)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional