RIAUSKY.COM - Orang tua Marissa Bappoo, gadis remaja warga negara Inggris berusia 16 tahun, sangat bersyukur. Putri mereka terbangun dari koma tepa di hari ulang tahunnya ke-16. Marissa tak sadarkan diri selama 10 hari akibat Covid-19.
Awalnya Marissa hanya batuk ringan. Lama kelamaan napasnya menjadi sesak terengah-engah. Dan kejadian itu di depan orangtuanya.
Situasi panik itu membuat dia langsung dilarikan ke rumah sakit dan dipasang ventilator. Marissa menghabiskan 10 hari tanpa mengetahui apakah akan selamat. Marissa hanyalah satu dari beberapa banyak remaja yang terserang virus Korona.
“Kondisinya menjadi sangat buruk. Sangat mengejutkan melihat dia berjuang untuk bernapas saat itulah kami memanggil ambulans,” kata orang tua Marissa, Roshan, seorang desainer grafis, seperti dilansir dari Mirror, Sabtu (9/5).
Keajaiban datang ketika Marissa bangun sendiri pada hari ulang tahunnya yang ke-16. Orang tuanya bersyukur. “Kami sangat gembira bahwa putri kami bangun untuk menandai hari ulang tahunnya. Itu adalah hadiah ulang tahun terbaik,” jelasnya
“Ketika Anda mendengar bahwa separo orang tidak berhasil keluar dari ICU, itu akan membuat Anda panik,” kata Roshan.
Rumah Sakit Anak Southampton mengatur panggilan Facetime sehingga Roshan dan Anita dan kakak perempuan Reyana, 19, dapat berbicara dengan dokter dan melihat Marisa. Mereka juga dapat mengirim email.
“Para perawat melakukan pekerjaan luar biasa menghibur Marissa. Mereka memberinya banyak cinta dan perhatian. Mereka menggantung spanduk selamat ulang tahun di ruang perawatan intensif tempat dia berada, memberinya hadiah ulang tahun,” ujar Roshan.
Setelah 21 hari di rumah sakit, Marissa pulang ke Basingstoke, Hants, dan mendapat spanduk ulang tahun, hadiah, kue, dan tepuk tangan dari tetangga. Marissa masih berada dalam tahap pemulihan.
“Masih sulit baginya untuk mengangkat lengan dan kakinya dan berbicara dengan benar. Tugas sehari-hari seperti merias wajah dan mandi, berpakaian dan menyikat gigi masih sulit,” kata Anita, sang ibu.
“Saya senang berada di rumah. Saya tidak ingat semua kejadian yang kemarin, tetapi saya sangat berterima kasih atas perawatan yang saya terima,” ungkap Marissa. (R01)
Sumber: Jawapos.com