Tragis! Diamuk Angin Kencang, Bayi dalam Ayunan Sampai Terbawa Terbang Lalu Tersangkut di Atap Rumah Warga

Sabtu, 28 November 2020 | 08:31:29 WIB
Kediaman Yeni yang diamuk kencang, Kamis (26/11/2020) malam. Bayi Dalam Ayunan Diterbangkan Angin Kencang Lalu Tersangkut di Atap Rumah Warga

RIAUSKY.COM - Kejadian mengerikan dialami Mahendra, seorang bayi yang berusia satu tahun saat masih tidur nyenyak di ayunannya ketika angin kencang disertai hujan itu datang, Kamis (27/11/2020)

Ceritanya, bayi dari Yeni (22), warga Kampung Tanjung RT 02 Keluruhan Tanjung, Kabupaten Bangka Barat itupun "terbang" akibat angin kencang tersebut.

Tragisnya, bayi berusia satu tahun itu kemudian ditemukan tersangkut di atap warga.

Bayi malang itu akhirnya ditemukan setelah sempat dicari-cari oleh Yeni (22), sang ibu.

Kejadian ini bermula saat gemuruh suara angin disertai hujan melandan kawasan Muntok, Bangka Barat dan sekitarnya.

Cuaca buruk itu memantik kegelisahan Yeni ( 22 ), ibu dari Mahendra, warga Kampung Tanjung RT 02 RW 14, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat 

Wanita berusia 22 itu kemudian memutuskan mematikan televisi di rumahnya. Saat itu dia merasa gelagat hembusan angin dan hujan semakin menjadi jadi.

Selang hitungan detik, tiuapan angin kencang menerbangkan atap rumah Yeni.

Mahendra (1) putra Yeni, yang tengah tertidur pulas di ayunan pun turut terlempar hingga tersangkut di atap rumah tetangga mereka yang bernama Kartini.

Praktis, malam itu rasa kalut dan cemas menghantui perasaan Yeni. Terlebih, sang suami tengah pergi melaut.

Yeni pun mencari keberadaan sang buah hati. Ia kemudian berlari menuju DAM sekitar rumah. Namun tak nampak jejak ayunan yang menjadi tempat tidur sang bocah.

Di tengah suara gemuruh angin dan hujan disertai petir, Yeni mendengar suara Mahendra, merengek.

Ia pun berusaha mencari asal muasal suara sang buah hati. Ternyata buah hatinya itu tersangkut di atap rumah tetangganya Kartini.

"Tidak tahu angin itu datang ngejut, tanya lah anak tetangga ini, waktu itu aku matiin tv kan,  anak saya sudah terbang dengan ayunan dia. Waktu itu aku nyari di DAM ruponya anak aku nyangkut disitu (Atap Tetangga) manggil aku," ujar Yeni ditemui dari kediamannya, Jumat (27/11/2020)

Kecemasaan Yeni belum berakhir sampai disitu. Pasalnya, sang buah hati bersama ayunannya masih tersangkut di atas atap rumah tetangga.

Apalagi saat musibah terjadi,  aliran dan jaringan listrik masih menyala.

"Ada luka luka bagian punggung belakang, kepalanya memar. Malam itu ada tetangga yang bantu menolong menurunkan anak saya, mereka sampai kena setrum waktu itu listrik belum padam," katanya.

Sementara, Yeni dan keluarga mengungsi ke kediaman adiknya di kawasan Kampung Sawah Muntok.

Selain rumah Yeni, angin kencang juga merusak atap teras rumah Kartini Dan due Warga  di RT. 03 RW. 14.

"Untuk sementara kami ngungsi ke rumah adik, di Sawah.  Nanti kalau sudah normal baru pulang lagi ke rumah," kata Yeni.

Ketua RT 02  RW 14 Kampung Tanjung, Pia berharap adanya bantuan terhadap warganya yang terkena musibah tadi malam, baik berupa sembako dan lain sebagainya.

Terlebih kata Pia, rata rata warganya berprofesi sebagai nelayan. 

"Saya harap mereka cepat mendapat bantuan, makanan, sembako juga mereka butuh karena suaminya sedang melaut. Kasihan mereka, semoga bantuan cepat datang, itu harapan saya," harap Pia. (R03)

Sumber: Bangkapos.com

Terkini