PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho melakukan panen padi gogo sekaligus menyerahkan mesin Power Thresher (perontok padi) kepada kelompok tani C99 Kelurahan Meranti Pandak, Kamis (30/7/2026) sore tadi.
Penyerahan bantuan alat perontok padi yang merupakan bantuan dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Riau (BRMP) Kementerian Pertanian ini menjadi penyemangat baru bagi para petani setempat untuk lebih giat lagi dalam mengembangkan usaha pertanian yang mereka kelola.
Wali Kota Pekanbaru tampak bangga dan mengapresiasi kerja keras dan upaya yang dilakukan pera petani dalam membudidayakan padi di lahan selus lebih kurang 5 haktare yang terletak tidak jauh dari Jalan Yos Sudarso Rumbai tersebut.
Dia pun menjanjikan akan membantu bagaimana supaya aktivitas bercocok tanam padi ini bisa terus berlanjut ke depan, sehingga bisa mendukung pada penguatan ekonomi dan ketahanan pangan keluarga di sekitar.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menjanjikan akan membantu menyediakan mesin hueler untuk mengolah gabah menjadi beras yang nantinya akan diserahkan kepada 5 kelompok petani penggarap di kawasan tersebut.

Kadis ketahanan Pangan Pekanbaru, Mahyuddin mendampingi Wali Kota saat melihat gabah hasil olahan mesin perontoh padi.
Pada kesempatan itu, selepas panen dan menyerahkan bantuan mesin perontok padi ini, Wali Kota didampingi Kadis pertanian dan Perikanan H Maisisco, Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhud, Kadis Ketahanan Pangan Mahyuddin, Kepala Bappeda Muhammad Firdaus juga Kadis PUPR Eduwar Riansyah juga berkesempatan melakukan uji coba pemanfaatan mesin perontok bersama para petani.
Agung tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Kementerian pertanian melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Riau (BRMP) yang menyerahkan bantuan sarana pertanian ini. Dia berharap ini akan lebih memotivasi dan menyemangati para petani dalam menanam padi lebih baik dan luas lagi.
Wali Kota pada kesempatan itu juga sempat menantang para petani untuk bisa mengembangkan sektor pertanian, khususnya tanaman padi di lahan yang lebih luas.
''Kita punya lahan di Tenayan, sangat luas, cuma memang ini jadi tantangan, apakah lahannya bisa digunakan untuk menanam padi. Kalau bisa, sangat mungkin kita kembangkan untuk pertanian padi,''ungkap Agung.
''Saya mengajak Dinas Pertanian melalui para penyuluh untuk meneliti kemungkinan untuk memanfaatkan lahan di Tenayan Raya ini,''ungkap Agung.
Sementara itu, Saifullah, ketua kelompok tani C99 mengungkapkan ada banyak tantangan yang dihadapi dalam menanam padi gogo di lahan yang ada di Pekanbaru ini. Salah satunya adalah gangguan hama penyakit dan terbatasnya lahan.
Dia mengapresiasi dukungan yang diberikan Dinas Pertanian dan Perikanan melalui tenaga penyuluh yang senantiasa memberi masukan dan arahan agar hasil pertanian bisa optimal.
Pada kesempatan tersebut, salah seorang petani juga berharap pemerintah kota bisa membantu untuk memfasilitasi supaya padi yang dihasilkan bisa diterima pasar.
''Sekarang ini, hasil panen petani ini masih dimanfaatkan untuk kebutuhan para petani dan warga sekitar. Kalau hasil panen ini bisa ditampung oleh pelaku usaha, tentunya nilai ekonominya kebih tinggi,''ungkap dia.
Kadis Pertanian dan perikanan, H. Maisisco, pada kesempatan tersebut mengatakan, total ada seluas 5 hektare lahan pertanian yang digarap oleh 5 kelompok tani yang bergabung di kelompok C99 ini.
Dengan luas lahan dan jumlah anggota kelompok yang berbeda-beda, maka hasil panen yang dihasilkan juga bisa bervariasi, antara 3-7 ton per hektare.
Namun, sebut Maisisco, keberhasilan pengembangan pertanian pagi tadah hujan ini menjadi motivasi baru bagi para petani dalam mengembangkan pertanian yang mereka harap.(R04)
Listrik Indonesia

