Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Nicke Widyawati: Tantangan ke Depan Tidak Lebih Mudah

Rabu, 09 Desember 2020 | 18:15:38 WIB
Nicke Widyawati. (Foto: Antara)

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Pengakuan membanggakan diraih oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dimana namanya masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia. 

Tahun ini Nicke menduduki peringkat ke 25 dan ini sesuatu yang luar biasa tentunya.

Berdasarkan daftar Forbes, pada 25 besar terdapat sejumlah tokoh dunia, diantaranya adalah Kanselir Jerman Angela Merkel, Chief of European Central Bank, Christine Lagarde, Wakil Presiden terplilih Amerika Serikat, Kamala Harris.

Bersama ke tiga tokoh ini, terdapat pula CEO Perusahaan Global dan Entertainer dunia, dan Nicke berada di posisi ke-25. Nama lainnya, Amy Hood, Direktur perusahaan global Microsoft yang ada di posisi 28, lalu Ho Ching, CEO perusahaan investasi Singapura Temasek yang ada di posisi 30, maupun Jessica Uhl, Direktur Royal Dutch Shell.

Terkait hal itu, Nicke menyampaikan pencapaian ini tak lepas dari dukungan kinerja seluruh tim Pertamina baik pekerja maupun level top manajemen.

Dia menyebutkan banyak target dan tanggung jawab yang harus dilakukan Pertamina untuk mencapai visi perusahaan sebagai perusahaan energi kelas dunia.

"Satu per satu tantangan dapat kami lampaui dengan kerja sama tim yang amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif," kata dia dalam siaran pers, Rabu (9/12/2020).

Dia mengungkapkan tantangan ke depan tidak lebih mudah karena seluruh lini bisnis harus bangkit paska pandemi COVID-19.

Menurut dia, Pertamina sebagai bagian dari Indonesia akan terus berperan aktif dalam mendorong bangkitnya perekonomian Indonesia.

"Selain menjalan penugasan dari pemerintah, kami juga memastikan setiap program yang kami jalankan dapat menjadi multiplier effect bagi sektor lainnya sehingga dapat menggiatkan perekonomian nasional, mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja. Semoga ini dapat membantu Indonesia pulih dari pandemi Covid-19," tambahnya.

Lebih lanjut Nicke berharap, apresiasi ini dapat meningkatkan kepercayaan internasional kepada Pertamina yang terus memastikan bisnisnya dapat berjalan secara berkelanjutan sesuai aspek lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik (Environment, Social & Governance / ESG Framework).

"Karena untuk bisa menjalankan bisnis secara berkelanjutan, ketiga aspek ESG tersebut menjadi perhatian khusus bagi kami," jelas dia.

Dalam ulasannya, Forbes menulis, Nicke dipercaya pemerintah Indonesia untuk memimpin BUMN terbesar di negeri ini. Pada Juni 2020, pemerintah bahkan menyebut bahwa Nicke masih yang terbaik untuk memimpin Pertamina dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik.

Hal ini terlihat dari kinerja 2019 dimana Pertamina berhasil membukukan pendapatan hampir US$ 55 miliar dan laba sekitar US$ 2,5 miliar. (R01)

Sumber: Detik.com

Terkini