Pemkab Kampar Larang Kegiatan Keramaian Saat Malam Pergatian Tahun

Selasa, 29 Desember 2020 | 15:42:42 WIB
Sekdakab Kampar Yusri saat memberikan penjelasan terkait hasil Rapat Evaluasi Covid-19 dan persiapan pergantian tahun baru yang dilaksanakan di lantai III Kantor Bupati Kampar, selasa (29/12/2020)).

BANGKINANG (RIAUSKY.COM)- Pemerintah kabupaten Kampar melarang aktivitas keramaian di malam pergantian tahun 2021.

Kebijakan tersebut diputuskan sebagai upaya mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 bersamaan dengan perayaan malam pergantian tahun yang akan berlangsung beberapa hari ke depan. 

Kebijakan tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri,M.Si, saat memimpin rapat Evaluasi Covid-19 dan persiapan pergantian tahun baru yang dilaksanakan di ruang rapat lantai III kantor bupati, selasa (29/12).

Yusri menjelaskan untuk malam tahun baru, apapun kegiatan baik di ibu kota kebupaten maupun ke setiap kecamatan agar tidak ada kegiatan yang mendatangkan keramian. ''Kalaupun ada tidak boleh lebih 50 orang,'' ungkap Sekda.

Kemudian terkait belajar tatap muka di sekolah, kabupaten kampar sendiri sesuai dengan surat edaran Gubernur Riau dijadwalkan akan dimulai pada 4 Januari 2020. 

Akan tetapi dalam tahap persiapan tersebut, maka Tim Satgas Covid-19 kabupaten dan Satgas Kecamatan akan turun ke setiap sekolah melihat kesiapan  sekolah- sekolah dalam penerapan protokol kesehatan.

Dimana setiap sekolah harus melaksanakan protokol kesehatan dengan menyiapkan SOP, SK Satgas sekolah, Cuci tangan di air mengalir, Jarak kursi diatur, serta baliho imbauan protokol kesehatan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Olahraga dan Kepemudaan Kabupaten Kampar, M Yasir menyampaikan bahwa sebelumnya, pihaknya  juga telah menyurati sekolah dalam memberikan laporan atas kesiapan sekolah dengan memenuhi ketentuan dalam porotokol kesehatan. 

''Dalam hal ini, untuk sistem belajar nantinya akan diberlakukan sistem bergantian dengan dua sesi. Dimana dalam setiap lokas kapasitas setiap tatap muka hanya sebanyak 18 orang dengan jumlah jam belajar hanya 4 jam sehari,'' kata dia.(R10)

Terkini