Melihat Aksi Melawan Perubahan Iklim, Upaya PT RAPP Berjuang di Tingkat Tapak Bersama Masyarakat

Jumat, 29 Januari 2021 | 22:52:21 WIB
Aktivitas penghijauan di sekitar lingkungan menjadi salah satu penilaian dari Kampung Iklim. / Sumber Foto: istimewa.

PELALAWAN (RIAUSKY.COM)- Mengurangi emisi gas rumah kaca saat ini tak hanya menjadi concern pemerintah.

Semua pihak, baik pemerintah, swasta, masyarakat bahkan ekosistem terkecil sekali pun harus ikut terlibat dan berkontribusi guna menekan dampak dari perubahan iklim.

Apalagi dengan komitmen Indonesia untuk menekan dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dari besaran 41 persen dengan bantuan dari internasional.

Komunitas masyarakat tempatan bisa menjadi salah satu entitas yang memegang peranan penting dalam upaya mencegah perubahan iklim. 

RAPP sangat menyadari potensi besar tersebut. Karena itulah, lewat Program Kampung Iklim (ProKlim), RAPP bersama dengan masyarakat  Program nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melibatkan lebih banyak lagi partisipasi  masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk menguatkan kemampuan adaptasi demi dampak penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim.

"Inisiatif yang dilakukan para pelaksana ProKlim sangat penting, seperti menghijaukan daerahnya, memilah sampah, hemat listrik dan air, tak membakar sampah, hutan, serta lahan; meningkatkan ketahanan pangan, serta mengurangi risiko dan ancaman akibat bencana akibat iklim," ujar Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, dikutip Selasa (19/1/2021).

Dalam mengedukasi masyarakat, memberikan pemahaman dan membangun kesadaran kolektif tentang dampak perubahan iklim ini, ternyata banyak desa-desa yang berhasil menerapkannya dalam bentuk  aksi nyata dalam mencegah perubahan iklim.

Mereka-mereka yang berhasil itulah yang kemudian diberikan apresiasi berkala oleh KLHK. Tujuan akhir program ini tentu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan lokal sesuai wilayahnya dengan tetap berkontribusi terhadap upaya menekan efek rumah kaca.

Dasar utama ProKlim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 84/2016. Aturan itu menyebut, ProKlim dapat berjalan mulai dari komunitas di tingkat rukun warga (RW) atau dusun hingga kelurahan atau desa.

Secara keseluruhan, ada ribuan lokasi yang terdaftar. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Ruandha Sugardiman, ada 2.775 lokasi Kampung Iklim di tingkat RT hingga kelurahan di 33 provinsi Tanah Air pada 2020; menunjukan tingginya minat dan ketertarikan berbagai pihak.

Di sisi lain, total lokasi yang terdaftar dalam Sistem Registrasi Nasional (SRN) naik 4 kali lipat daripada 2015, dari 220 lokasi menjadi 813 lokasi. Hingga 2024, KLHK menargetkan memiliki 20 ribu Kampung Iklim.


Berjuang di Tingkat Tapak

Untuk diketahui, pada akhir 2020, KLHK menganugerahkan Trofi Proklim Lestari kepada enam Kampung Iklim dan Trofi Proklim Utama kepada 24 Kampung Iklim yang dinilai sukses menjalankan program tersebut di tingkat tapak. 

Adapun tiga Kampung Iklim penerima penghargaan tersebut merupakan desa bimbingan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). 

Ketiga Kampung Iklim tersebut adalah Dusun Lubuk Pogang di Kabupaten Kampar, Desa Koto Benai di Kabupaten Kuantan Singingi, dan Dusun III Kampung Simpang Perak Jaya di Kabupaten Siak. 

Selain itu, salah satu desa yang dibina RAPP, yaitu Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, juga pernah mendapatkan apresiasi serupa. Sebagai informasi, warga Desa Gunung Sari sempat menolak pelaksanaan kegiatan Proklim. 

Namun, berkat kegigihan RAPP, perlahan program tersebut dapat diterima dan membuahkan hasil positif. 

Dalam pelaksanaan kegiatan Proklim itu, RAPP memberikan bantuan sarana dan prasarana, seperti fasilitas produksi, bantuan infrastruktur rumah bibit, pembuatan biogas, dan penghijauan. 

Tak hanya itu, RAPP juga mendampingi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan secara terencana, menata pembukuan, serta mendorong masyarakat untuk mengurus legalitas. 

RAPP pun memberikan pelatihan kegiatan yang bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat, seperti budi daya pertanian, peternakan, dan perikanan. 

Sebenarnya tidak hanya tiga desa ini saja yang terlibat dalam program kampung iklim yang dikelola bersama  PT RAPP dan juga mendapat penghargan dari Kementerian Lingkungan Hidup. 

Ada cukup banyak yang telah terlibat dan upaya menginisiasi ditingkat tapak dalam pencegahan perubahan iklim dan berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah. 

Sebut saja pada tahun 2018 lalu, 5 desa di Riau yang juga menjadi mitra binaan PT RAPP juga menerima sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) utama tahun 2018 tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).

Lima desa tersebut adalah Desa Gunung Sari Kabupaten Kampar, Desa Banjar Benai di Kuansing, Kampung Olak di Kabupaten Siak, dan 2 desa di Pelalawan yakni Desa Lalang Kabung dan Desa Sering.

Namun, di luar itu, ada beberapa desa lainnya yang juga terlibat dalam program Proklim ini, yang umumnya memang tersebar di sekitar areal operasi perusahaan. 

Desa tersebut tersebar di 4 Kabupaten dan 5 Kecamatan.

Di Pelalawan ada 4 Desa Proklim yakni Teluk Meranti, Sering, Lalang Kabung dan juga Kelurahan Pelalawan. 

Selanjutnya di Kabupaten Siak ada 1 yakni Kampung Olak, di Kampar ada 1 yakni Gunung Sari dan di Kuansing ada 1 yakni Banjar Benai. 

Selanjutnya, pada tahun 2019  ada empat desa  dan kembali memperoleh Sertifikat Proklim Utama dari pemerintah.

Sementara Zamzuli Hidayat selaku Koordinator Program Sistem Pertanian Terpadu RAPP menjelaskan sebelum adanya kegiatan Proklim, RAPP sudah melakukan berbagai kegiatan CSR. Baik dalam bentuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial termasuk dalam hal ketahanan pangan.

Kemudian setelah muncul kegiatan Proklim dari Kemen-LHK, apa yang telah dilakukan RAPP melalui kegiatan CSR ternyata selaras. Sehingga RAPP tinggal mensinkronkannya saja lagi, apa yang menjadi ditekankan dalam Proklim.

Salah satu penerima penghargaan warga Simpang Perak Jaya, Abdul Ghofur, mengatakan melalui program Proklim yang dilaksanakan di kampungnya sangat dinilai sangat bermanfaat. Terutama binaan yang telah dilakukan PT RAPP termasuk pihak kabupaten.

"Hasilnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya penanaman sayuran, sangat bermanfaat bagi keluarga," ujarnya.(*)

Terkini