Masyarakat Singingi Atas Tanam Pisang di Jalan, Minta PT SUN Perbaiki Ruas Jalan Simpang Sambung- Sungai Bawang

Selasa, 02 Februari 2021 | 10:45:59 WIB
Sejumlah perwakilan warga melakukan penanaman pisang di ruas jalan yang rusak di Simpang Sambung.

TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Masyarakat Singingi atas mendesak PT Sinar Surya Nabati (SUN) lakukan  perbaikan jalan Simpang Sambung-Sungai Bawang  sepanjang 8 kilometer. 

Masyarakat turun ke jalan melakukan aksi  dengan cara menanam pohon pisang di beberapa titik jalan menuju PT. SUN pada Senin (1/2/2021) siang lalu.

Keterwakilan masyarakat Singingi atas yang terdiri dari 9 desa peduli lingkungan lakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung di benahi oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Sungai Bawang Kecamatan Singingi.

Sejatinya, jalan yang dilalui oleh pihak PT. SUN merupakan jalan masyarakat yang saat ini sudah hancur dan aspal yang ada sudah terkelupas oleh kendaraan yang bermuatan Puluhan Ton yang  membawa cangkang sawit.

Adapun jalan Simpang Sambung ini saat ini sulit dilalui sehingga banyak ruas jalan yang mengalami lobang dan becek ditambah lagi di musim hujan, jalan ini licin dan berair sehingga sangat rawan untuk terjadi kecelakaan.

Masyarakat meminta pihak terkait yakni PT SUN dan pemerintah daerah kabupaten Kuantan Singingi Melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dengan cara mengaspal ulang secara meyeluruh mulai dari jalan poros Simpang Sambung hingga Sungai Bawang sepanjang 8 kilo meter itu.

Saat di konfirmasi awak media dilapangan salah seorang Tokoh masyarakat menyampaikan, ''Kami benar - benar berharap  adanya perbaikan jalan, dimana  jalan ini adalah akses yang selalu kami lalui sehari-hari, dengan kondisi jalan yang berlobang dan aspal yang sudah hancur ini sangat rentan terjadi kecelakaan,'' kata dia.

Ada pun masyarakat yang ikut melakukan aksi ini, adalah  keterwakilan dari 9 Desa di kecamatan Singingi bagian atas Desa Muara lembu, Logas, Sungai Bawang, Sungai kuning, air mas, Sungai keranji, Sumber Datar diwakili semua tokoh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

Salah satu warga yaitu Haris mengatakan pihak PT SUN Tidak melakukan perawatan jalan secara merata, yang mana jalan ini hancur, karna dilintasi mobil perusahaan yang over kapasitas  yang seharusnya sesuai kapasitas jalan hanya 8 sampai 9 ton,'' ucap Haris

Ada juga salah seorang  warga yang melintas saat itu  berkata ''saya adalah korban beberapa hari  lalu, saya jatuh dari motor karena kondisi jalan yang rusak parah, bahkan saya sampai mengalami luka bengkak di bahagian lengan kiri dan lutut kiri,'' ucap Heri warga F4.

Heri warga F4 mendukung aksi tersebut, agar pihak PT. SUN secepatnya untuk memperbaiki jalan yang rusak, sehingga masyarakat yang melewatinya setidaknya sudah merasa nyaman saat melewati jalan tersebut. 

Pengacara masyarakat,  Rizki Junianda Putra atau biasa di sapa Rizki Poliang dalam kesempatan tersebut juga menegaskan kalau pihaknya akan mengawal tuntutan masyarakat tersebut.

''Saya selaku advokat yang turut mendampingi para masyarakat ini  berharap PT. SUN dan stake holder terkait menyikapi persoalan ini secara serius cepat dan tepat. Dalam waktu dekat kami akan menyurati DPRD  Kuansing agar dapat memfalitasi masyarakat dan stake holder terkait untuk melakukan hearing,'' sebut dia.

Pihaknya juga menegaskan, jika tuntutan warga ini tidak di indahkan, pihaknya  akan menyelesaikan persoalan ini melalui jalur hukum,'' kata dia.  

Disamping itu Rizki  juga menjelaskan tidak akan berhenti di satu persoalan ini saja, sebab sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan kajian guna menemukan berbagai persoalan lainnya yang berdampak terhadap masyarakat sekitar.

Sementara itu, sejumlah sopir PT SUN yang ditemui melintas di sekitar lokasi aksi tidak menafikan kalau berang akutan kendaraan yang dibawanya bermuatan hampir 30 ton. 

Mereka sendiri mengaku kalau kondisi itu tidak layak dengan kondisi jalan yang ada. 

''Ngeri dan takut juga, apalagi ruas jalannya kan menanjak dan muatan kendaraan berat,'' ungkap salah seorang sopir mengangkut cangkang perusahaan.

Sementara itu, PT SUN melalui Kepala tata Usaha Samsul Bahri menyebutkan pihaknya sudah melakukan yang terbaik sesuai dengan MoU dengan pemerintah daerah. 

''Kami sudah lakukan yang terbaik sesuai MoU dengan pemerintah Kabupaten Kuansing.  Kalau pun ada kerusakan kami akan segera lakukan perbaiki dengan cara pengerasaan dalam waktu dekat,'' ucap Samsul. 

Masyarakat yang melakukan aksi meminta secepatnya agar PT. SUN memperbaiki jalan dengan cara meratakan dan menimbun jalan jalan yang rusak.(R12)

Terkini