27 Kota di Indonesia akan Alami Matahari Terbit lebih Cepat pada 13-18 November Ini

Senin, 15 November 2021 | 08:11:26 WIB
Matahari terbit./ SUmber Foto: denpasarkota.go.id


JAKARTA (RIAUSKY.COM)-  Matahari diperkirakan akan terbit lebih cepat pada 13-18 November 2021 yang akan datang.

Matahari diperkirakan  sudah tampak di ufuk sejak pukul 5 pagi.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang. 

Ia menyebut fenomena tersebut akan berlangsung dari 13 sampai 18 November mendatang.

"Mulai tanggal 13-18 November mendatang, Matahari akan terbit lebih cepat jika diamati dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," katanya kepada CNNIndonesia.

Menurut Andi, fenomena ini lazim terjadi setiap tahun dengan waktu terbit Matahari dan tanggal yang kurang lebih sama.

"Tidak perlu panik menyikapi hal ini dikarenakan fenomena ini adalah fenomena alami yang memang lazim terjadi setiap tahun," jelasnya.

Sementara itu, dua bulan lagi sejak tanggal 25 hingga 31 Januari 2022 mendatang, Matahari akan terbenam lebih cepat untuk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Andi pun membeberkan waktu Matahari terbit lebih cepat untuk kawasan Jawa, Bali, NTB pada 13-18 November 2021 sebagai berikut.

1. Sabtu, 13 November 2021

Serang: 05.28.06 WIB

Jakarta: 05.25.09 WIB

Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru: 05.36.02 WIT

Tanah Merah, Kabupaten Broven Digoel: 05.11.15 WIT

2. Minggu, 14 November 2021

Bandung: 05.21.10 WIB

Kepulauan Kangean: 04.50.09 WIB

Semarang: 05.09.49 WIB

Surabaya: 05.00.09 WIB

Sumenep: 04.56.03 WIB

Surakarta: 05.07.27 WIB


3. Senin, 15 November 2021

Pangandaran: 05.15.51 WIB

Yogyakarta: 05.08.57 WIB

Malang: 04.59.28 WIB

Banyuwangi: 04.52.23 WIB

Buleleng: 05.49.26 Wita

Kabupaten Kepulauan Tanimbar: 05.44.47 WIT

Kaiwatu, Kabupaten Maluku Barat Daya: 05.58.32 WIT

4. Selasa, 16 November 2021

Denpasar: 05.48.22 WITA

Mataram: 05.44.52 WITA

Sumbawabesar: 05.39.47 WITA

Labuanbajo: 05.29.43 WITA

Ende: 05.22.19 WITA

Kalabahi, Alor: 05.11.36 WITA

Merauke: 05.07.51 WIT

5. Rabu, 17 November 2021

Waingapu: 05.26.46 WITA

6. Kamis, 18 November 2021

Rote Ndao: 05.14.02 WITA

Kupang 05.12.39 WITA


Andi menjelaskan Matahari akan terbit lebih awal karena Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan kemiringan 66,6 derajat terhadap bidang edar atau ekliptika. 

Secara bersamaan, Bumi juga mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring tersebut.

"Miringnya sumbu rotasi Bumi saat mengelilingi Matahari dapat menyebabkan waktu terbit dan terbenam Matahari akan bervariasi selama satu tahun, baik itu lebih cepat maupun lebih lambat," ujar Andi.

Saat sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi miring ke arah Matahari, maka Matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi. 

Hal ini terjadi saat Solstis Juni, yakni ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari. Ini biasanya terjadi setiap tanggal 20 atau 21 Juni setiap tahunnya.

Sementara, sumbu rotasi di belahan selatan Bumi dan kutub selatan Bumi miring menjauhi Matahari. Sehingga, Matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat di belahan selatan Bumi. 

Hal ini terjadi saat Solstis Desember, yakni ketika Matahari berada paling Selatan saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 21 atau 22 Desember setiap tahunnya.(R04)

Sumber Berita: cnnindonesia.com

Terkini