RENGAT (RIAUSKY.COM)- Kian anjloknya Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit akhir-akhir ini membuat petani swadaya menjerit.
Apalagi bila dikaitkan dengan anjloknya harga tersebut karena pabrik tidak bisa menampung buah sawit masyarakat dikarenakan tangki penampungan di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) penuh.
Alasan tersebut, dikatakan Ketua LSM MPR Bernas Hatta Munir layak untuk dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenarannya.
Dijelaskan Hatta Munir, berdasarkan pantauan di lapangan khususnya di jalan jalan raya lintas di Inhu, ada begitu banyak mobil tangki pengangkut CPO yang keluar dari PKS.
''Dari mana jalannya pihak Pabrik mengatakan tangki penampungan CPO mereka (PKS, red) Penuh?'' Tanya Hatta munir.
Karena itulah, dia mengkhawatirkan situasi itu sengaja diciptakan pabrik untuk tetap bisa membeli harga TBS kelapa sawit masyarakat dengan harga yang murah dan sesuka pabrik.
''Dengan modus itu maka pihak PKS membeli Harga TBS Sawit petani secara suka-suka.Tanpa mengikuti HET dari Pemerintah.bahkan hari ini pecah di bawah harga rp.1000/ kg.Justru ada yang di hargai rp.500-Rp.600./ kg,''ungkap Hatta Munir.
''Maka dengan perihal tersebut, kita berharap instansi terkait dan juga di perintah daerah (pemda) Kab Inhu melakukan Sidak ke lapangan khususnya ke tiap PKS yang ada di Inhu, khususnya lagi PKS yang tidak memiliki Kebun intiguna mencari tahu kebenaranya apakah benar memang Tangki penampungan CPO mereka penuh atau tidak,'' kata dia.
''Kalau nantinya dengan hasil temuan sidak oleh instansi terkait pemda Inhu tidak di temukan tangki penampungan CPO PKS. Berarti pihak pabrik jelas- jelas membohongi mayarakat dan pemerintah,'' kata dia.
Bila itu yang terjadi, sambung dia, Pemkab Inhu harus memberi sanksi tegas kepada pihak PKS tersebut.
''Itu kalau memang pemerintah daerah / bupati kita mau menyelamatkan perekonomian petani sawit di Inhu. Dan bila perlu cabut ijin operasional PKS tersebut,'' kata dia.
''Tiap kepala daerah memiliki kewenangan untuk mencabut ijin operasional perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.,'' tegas Hatta Munir yang juga petani sawit asal inhu ini.
Ketua LSM MPR Bernas Hatta Munir juga mempertanyakan tidak adanya keberpihakan perusahaan PKS yang ada di inhu kepada petani khususnya petani swadaya.
Itu ditandai dengan harga TBS sawit petani swadaya yang sudah tidak lagi mencerminkan rasa keadilan bagi para petani di tengah melonjaknya harga pupuk dan kebutuhan harian di pasar.(R07)