TOLOONG PAK MENTERI! Sudah 4 Minggu Harga Sawit Petani Jatuh, Sudah Ada Solusi?

Selasa, 12 Juli 2022 | 17:03:17 WIB
Ilustrasi buah sawit.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Harga tandan buah segar (TBS) kepala sawit di Riau benar-benar terpuruk. 

Dalam empat pekan terakhir, harga komoditas perkebunan terbesar di Riau  tersebut ambruk.  

Situasi ii menimbulkan kerisauan bukan saja petani, namun juga Gubernur Riau Syamsuar. 

Sebagai kepala daerah, dia pun mengkhawatirkan situasi ini akan berdampak buruk terhadap ketahanan ekonomi masyarakat Riau, khususnya yang menggantungkan diri pada sektor perkebunan kelapa sawit. 

Karena itulah, dia menyurati Presiden Joko Widodo untuk membantu proses percepatan dan normalisasi harga lewat kebijakan harga TBS sawit. 

Dari data yang dihimpun redaksi Riausky.com, harga TBS kelapa sawit di Riau secara berturut-turut dalam empat pekan terakhir mengalami penurunan.

Dari Rp 2.726,70  pasca kebijakan pemerintah pada periode 15-21 Juni 2022, pada pekan ini, harga TNS sawit terus turun tajam  hingga menjadi Rp1.509,38 per kilogram.

Berikut adalah harga TBS kelapa sawit di Riau dalam 4 minggu terakhir. 

Pertama: Periode 13-19 Juli 2022 harga TBS kelapa sawit ditetapkan Rp1.509,38 per kilogram. 

Kedua : Pada Pekan lalu, yakni periode 6-12 Juli 2022, harga TBS sawit ditetapkan Rp1.772,38 per kilogram. 

Ketiga: Pada periode 28 Juni- 6 Juli 2022, harga TBS sawit ditetapkan Rp1.865,10 per kilogram.

Keempat: pada periode 22-28 Juni harga TBS sawit ditetapkan Rp2.426,99 per kilogram.

Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi petani hanya terjadi pada periode 15-21 Juni 2022 bulan lalu, atau 5 pekan lalu, dimana harga TBS kelapa sawit sempat mengalami kenaikan dengan penetapan harga Rp2.726,70 per kilogram. 

Sebelumnya, pada periode 7-14 Juni 2022 harga TBS kelapa sawit juga sempat mengalami penurunan drastis yakni sebesar Rp2.571,31 per kilogram yang disebabkan kebijakan pelarangan ekspor CPO dan turunannya ke negara-negara tujuan yang menyebabkan sejumlah perusahaan memutuskan tidak melakukan penjualan produk turunan ke luar negara.(R04)

Terkini