Komitmen Penambahan Ekspor 1 Juta Ton CPO ke China Diyakini Bisa Dongkrak Harga Sawit Rp2.000 Per Kilogram

Kamis, 28 Juli 2022 | 19:08:47 WIB
Zulkifli Hasan

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan  siap  menindaklanjuti  hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li Keqiang di Beijing,Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menambah ekspor 1 juta ton CPO (crude  palm oil). 

"Kementerian Perdagangan siap dan akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan bilateral Presiden Joko  Widodo  dengan  Perdana  Menteri  RRT  (Premier)  Li  Keqiang  untuk  menambah  ekspor  CPO  1  juta ton  ke RRT.  Komitmen  ini  diharapkan  dapat  memperlancar  ekspor  CPO  Indonesia  dan  memperbaiki harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani hingga di atas Rp2.000/kg," kata Mendag Zulkifli Hasan.

Saat ini, dikatakan dia, Kementerian Perdagangan tengah berupaya mempercepat ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya.  

Tujuannya  untuk  mengosongkan  tangki-tangki  penampung  CPO  yang  penuh  sehingga industri CPO dapat menyerap TBS petani sawit. 

Melalui percepatan ekspor itu, harga TBS diharapkan  bisa di atas Rp2.000/kg. 

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Li Keqiang, Presiden Jokowi menyampaikan RRT adalah mitra strategis  Indonesia.  Selama  ini,  kedua  negara  telah  berhasil  membangun  kemitraan  tersebut  dengan kerja  sama  yang  saling  menguntungkan.  

Saat  ini  nilai  perdagangan  kedua  negara  mencapai  USD  100 miliar.  

Presiden  Joko  Widodo  menginginkan  nilai  perdagangan  antara  Indonesia  dan  RRT  terus meningkat. 

Berdasarkan data  Badan  Pusat  Statistik  (BPS),  volume  ekspor  CPO dan turunannya  (HS  15) pada  Juni 2022 sebanyak 2,17 juta ton, meningkat pesat dari Mei 2022 yang sebesar 0,51 juta ton. 

Nilai ekspor CPO dan  Turunannya pada  Juni  2022  juga  naik 300,66 persen  menjadi  USD 3,38 miliar  dibandingkan Mei 2022. 

Pada Juni 2022, Indonesia paling banyak mengekspor CPO dan turunannya ke RRTsenilai USD 591,57 juta, Pakistan USD 454,47 juta, India USD 273,97  juta, dan Bangladesh USD 163,75 juta.

Jaga Bahan Baku Migor 

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, pembelian CPO dari RRTini tidak akan mengganggu stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri sehingga kebutuhan minyak goreng tidak akan terganggu. 

Dengan stok yang melimpah, harga minyak goreng juga akan tetap stabil sesuai HET Rp14.000/liter. 

“Saya menjamin bahwa harga minyak goreng tidak akan naik dan akan tetap stabil. Saat ini stok bahan baku minyak goreng sangat melimpah. Tangki-tangki CPO di dalam negeri masih penuh,” jelasnya. 

Ditegaskan  kembali Mendag  Zulkifli  Hasan,  skema  DMO  dan  DPO  masih tetap dipertahankan  untuk menjamin  suplai  bahan  baku  minyak  goreng  ini  tetap  stabil.  

Stabilitas  stok  bahan  baku  ini  bertujuan menjaga harga minyak goreng curah dan kemasan premium di dalam negeri  tetap terjangkau dan tetap stabil. 

“Skema DMO dan DPO akan kami longgarkan setelah semua produsen minyak goreng dan industri CPO berkomitmen menjamin bahan baku minyak goreng tetap ada secara kontinu,” tegasnya.(R04)

Terkini