JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Nilai tukat Rupiah diprediksi cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan, Senin (31/10/2022) ini.
Pelemahan tersebut karena potensi penguatan dolar AS yang ditopang data ekonomi.
"Untuk perdagangan Senin (31/10/2022), rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.530 - Rp15.600 per dolar AS," papar Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi seperti dikutip dari bisnis.com.
Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 13 poin atau 0,08 persen ke Rp15.554 per dolar AS pada Jumat (28/10/2022).
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,33 persen ke 110,93.
Ibrahim mengatakan tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk terus menaikkan suku bunga yang tajam, menjelang rilis data inflasi utama, dan Bank of Japan pada Jumat mempertahankan suku bunga rendah dan sikap dovish.
Dengan sentimen ini, para pedagang akan fokus pada rilis indeks harga PCE inti, pengukur inflasi acuan The Fed, sebagai landasan bagi pembuat kebijakan bank sentral pada pertemuan penetapan kebijakan minggu depan.
Ini diharapkan menunjukkan peningkatan secara bulanan (month-to-month/MoM) sebesar 0,5 persen pada September 2022, sedikit penurunan dari 0,6 persen bulan sebelumnya.
Dikutip dari bisnis.com, dilaporkan, pada pagi hari tadi, pukul 09.04 WIB, rupiah melemah 18 poin atau 0,12 persen menjadi Rp15.572 per dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,11 persen ke level 110,879.
Selanjutnya pada pukul 10.15 WIB, rupiah turun 30 poin atau 0,19 persen menjadi Rp15.584 per dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,08 persen ke level 110,842.(R02)
Sumber Berita: bisnis.com