PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (6/4/2023) malam tadi.
Dia langsung dibawa ke Pekanbaru bersama sejumlah pihak terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Penangkapan Muhammad Adil ini pun sontak menggemparkan, bukan saja masyarakat Kepulauan Meranti, namun juga jagad politik di Provinsi Riau.
Soalnya, Muhammad Adil bukan saja sekadar Bupati Kepulauan Meranti. Dia juga sejauh ini dikenal sebagai salah satu politisi di Riau yang sering terlibat dalam kontroversi, dalam langkah politiknya.
Bukan cuma dikenal sering berpindah partai, Adil juga diketahui politisi 'garis keras' lewat statemen yang dia keluarkan.
Dia pernah 'berseteru' dengan Gubernur Riau Syamsuar terkait kecilnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Riau untuk Kepulauan Meranti yang dianggap sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Riau.
Dia juga dikabarkan punya hubungan kurang harmonis dengan Gubernur Riau Syamsuar, sehingga dalam satu momen kunjungan ke Kepulauan Meranti, Syamsuar membatalkan kunjungannya karena tersebar kabar penolakan oleh Bupati Adil.
Terakhir tentunya yang paling membuat heboh, ketika Adil menyebut pegawai di Kementerian Keuangan itu adalah iblis karena hanya mengambil minyak di Kabupaten Meranti tapi uangnya dihisap oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenkeu.
Menurut Adil, wilayah yang dia pimpin adalah daerah miskin. Harusnya Kepulauan Meranti yang dia pimpin dijadikan prioritas dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem itu.
Dibalik itu semua, sosok Adil sendiri, selama ini memang dikenal sebagai figur kepala daerah yang konsisten dalam memperjuangkan kemajuan daerahnya.
Secara reguler dia selalu melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar Kepulauan Meranti yang punya APBD kecil mendapat perhatian dari pemerintah yang lebih tinggi dalam alokasi anggaran dan kegiatan pembangunan.
Dia juga digadang-gadang menjadi salah satu kepala daerah yang akan maju dalam bursa pemilihan Gubernur Riau pada 2024 yang akan datang.(R02)