UMKM Riau Panen, Saatnya Menggali Potensi Ekonomi Baru

Ahad, 30 Juli 2023 | 23:00:00 WIB
Launching Gernas BBI dan BBWI Riau di Subayang, Kampar (kiri) dan Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau di Pekanbaru (kanan)

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Rangkaian panjang kegiatan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Provinsi Riau Tahun 2023 telah mencapai puncaknya, dimulai di Kampar, lalu berakhir di Pekanbaru.

Di Festival Subayang di Desa Gema, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (12/3/2023) lalu, Pemprov Riau didukung oleh OJK dan Bank Indonesia melakukan kick off Gernas BBI dan BBWI Riau Tahun 2023 yang diluncurkan oleh Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto kala itu.

Kini, setelah 4 bulan berselang, Gernas BBI dan BBWI Riau memasuki masa panen atau disebut juga harvesting yang menandai telah berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Gernas BBI dan BWI Riau. Kegiatan harvesting pun sudah dilakukan pada 28-30 Juli 2023 di halaman kantor Gubernur Riau yang dihadiri oleh ribuan warga setiap harinya yang ingin menyaksikan pameran produk UMKM dan juga sajian hiburan yang sudah dipersiapkan.

Berdasarkan Data Disperindag Riau, ada 50 lebih kegiatan yang sudah dilaksanakan selama Maret hingga Juli 2023 seperti pendampingan dan pelatihan UMKM, kurasi, sosialisasi atau edukasi, bimtek, e-smart, business matching dan lainnya.

Diharapkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat yang besar kepada para peserta terutama pelaku usaha untuk bisa memanfaatkan ilmu yang sudah didapat, diaplikasikan dalam menjalankan usaha, tujuan akhirnya agar UMKM Riau bisa 'naik kelas'.

Selamat juga kepada 5 UMKM terbaik yang memenangkan UMKM Champion, yaitu Thiffa Qaisty Salsabila (Sakinah by Thiffa Qaisty bidang Fashion), lalu ada  Marlin Dwi Ratih (Mahacinta Jewerly bidang Kriya), Raudhah Ziyan Suarni (Kerupuk Lomang Balado kategori Kuliner), Navria Flaherti (Madu Dafana kategori Kecantikan dan Kebugaran) dan Masinem (Tenun Bu Mis kategori Fashion).

Gali Berbagai Potensi Ekonomi Baru

Menarik saat mendengar arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, meski hadir secara virtual, dia tetap memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaam Harvesting Gernas Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBI dan BBWI) Riau 2023.

Menteri serba bisa tersebut sangat mengapresiasi kegiatan Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023, khususnya kepada OJK, BI dan Gubernur Riau beserta jajaran terkait.

Namun begitu, Luhut juga menyampaikan permohonan maafnya karena tak bisa hadir secara langsung karena sesuatu hal yang tak bisa ditinggalkan. “Saya minta maaf karena saya tak bisa hadir bersama bapak ibu, yang seyogyanya sudah direncanakan,” ucapnya.

Diakuinya, dia sangat ingin hadir dalam acara ini karena dia memiliki banyak kenangan dengan Riau, khususnya Kota Pekanbaru dan Rumbai yang merupakan tempat dia dibesarkan.

“Buat saya, Riau itu punya memori sendiri, karena masa kecil saya berada di Pekanbaru dan Rumbai,” tuturnya.

Terlepas dari itu semua, Luhut menyakini bahwa Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023 telah dipersiapkan sebagaimana mestinya dengan segala bentuk persiapan yang sangat baik. Tak lupa, dia juga mengucapkan selamat atas seluruh rangkaian kegiatan yang terlaksana dalam Gernas BBI dan BBWI Riau 2023.

“Selamat saya ucapkan atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan dan ini bukan akhir dari upaya kita untuk mengembangkan UMKM lokal,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa hal terpenting yang harus terus dilakukan yakni menggali berbagai potensi pascaharvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023 terselenggara. “Saya berharap jangan sampai hanya habis di sini. Gandeng perusahaan swasta untuk berkontribusi di daerah,” tandasnya.

Dorong UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Asa yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar yang hadir langsung di Pekanbaru, dia menegaskan kalau lembaga yang dipimpinnya terus berupaya mendorong pengembangan UMKM yang berperan sangat besar dalam pemulihan ekonomi nasional pasca-Covid dan penting untuk menumbuhkan perekonomian daerah.

Menurut Mahendra, program pembiayaan, pelatihan, pendampingan, pemasaran dan pameran produk UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan dalam Gernas BBI harus terus diperluas dan diperbanyak untuk semakin memajukan UMKM Indonesia.

“Gernas BBI-BBWI yang semula upaya penguatan kondisi perekonomian karena pandemi covid-19, sekarang justru jadi penentu untuk pengembangan UMKM di kawasan sekitar.  Gernas BBI-BBWI menjadi salah satu penentu Ekonomi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah untuk bertumbuh,” kata Mahendra.

Mahendra juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Kementerian dan Lembaga yang bersinergi untuk terus mengembangkan UMKM.

Dalam Gernas BBI di Riau ini, OJK menginisiasi 8 sesi pelatihan sekaligus pendampingan dengan jumlah peserta mendaftar 635 UMKM dan dilakukan kurasi UMKM di Provinsi Riau secara offline dan online. Khusus 40 UMKM yang telah dikurasi mengikuti pelatihan di sesi 7-8, selanjutnya dilakukan kurasi menjadi 15 besar yang akan dipilih menjadi 5 UMKM Champion dari Provinsi Riau.

Program Gernas BBI-BBWI Provinsi Riau berfokus pada pembinaan serta pengembangan UMKM dan sektor pariwisata strategis di Provinsi Riau. Salah satu strategi implementasi pembinaan tyerhadap UMKM tersebut adalah program Onboarding UMKM ke platform e-Commerce serta dukungan pembiayaan/kredit kepada UMKM.  Sehubungan dengan program tersebut, pada periode Maret s.d. Mei 2023, telah dilaksanakan pelatihan serta pendampingan Onboarding e-Commerce terhadap 635 UMKM.

Melalui pelatihan serta pendampaingan tersebut, berdampak pada penambahan jumlah UMKM yang Onboarding pada platform e-Commerce di Provinsi Riau. Tercatat per Juli 2023, jumlah UMKM di Provinsi Riau telah onboarding pada platform e-Commerce sebanyak 3.203.

Di sisi dukungan OJK terhadap program pembiayaan kredit terhadap UMKM, OJK bersinergi dan mendorong para pihak terkait, untuk terus meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM. Guna optimalisasi pembiayaan kredit kepada UMKM, telah dilaksanakan Business Matching UMKM dengan Perbankan serta Industri Jasa Keuangan terkait.

Business matching dilaksanakan sebanyak delapan kali, dengan melibatkan total 2.339 peserta UMKM. Pada sisi capaian realisasi pembiayaan kredit, tercatat sampai dengan akhir semester-1 tahun 2023, outstanding pembiayaan kredit pada 69 entitas perbankan di Provinsi Riau tercatat sebesar Rp35,3 triliun, dengan jumlah pembiayaan yang telah disalurkan periode Januari s.d. Juli 2023, sebesar Rp6,67 triliun, untuk 78.388 debitur.

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 15 Tahun 2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, OJK berperan sebagai Wakil Ketua Tim Gernas dan co-campaign manager pelaksanaan kegiatan Gernas BBI-BBWI di Provinsi Riau, telah bersinergi dengan stakeholders terkait untuk melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka Gernas BBI-BBWI.

Pada kegiatan Harvesting Gernas BBI-BBWI di Kota Pekanbaru ini, terdapat sebanyak 160 booth UMKM dan 271 pelaku UMKM yang menjual berbagai produk khas Provinsi Riau dengan kategori kriya, fashion, makanan kering dan makanan basah. UMKM tersebut merupakan UMKM binaan Kementerian/Lembaga, Pemda, Pemkot, dan para mitra pendukung lainnya.

Dorong UMKM Naik Kelas

Salah tujuan dari pelaksanaan Gernas BBI dan BBWI tentu saja bagaimana mendorong tumbuh kembang UMKM, makanya menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung BBI-BBWI adalah suatu hal yang penting, guna mendorong penggunaan produk dalam negeri dan pariwisata sekaligus mempercepat perputaran ekonomi kita.

Dijelaskan dia, dalam rangka mendorong sektor UMKM dan pariwisata, terdapat tiga hal yang harus diperkuat.

Pertama, sebutnya, melanjutkan afirmasi memperkuat produk dalam negeri dan sektor pariwisata. "Salah satu bentuk nyatanya adalah, melalui dukungan dan pelaksanaan Gernas BBI-BBWI Riau, dengan mensinergikan berbagai aktivasi pengembangan UMKM seperti pelatihan untuk pelaku UMKM," jelasnya.

Kedua, lanjutnya, pentingnya perluasan akses pasar melalui promosi, perdagangan, dan business matching. Ia sampaikan UMKM riau telah menunjukan capaian luar biasa baik nasional maupun internasional.

"Melalui kerjasama dengan negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia, salah satu hasilnya penjualan dan kesepakatan bisnis mencapai 5 milyar bersama produk unggulan UMKM Riau, maka kita harus bahu membahu meningkatkan produk UMKM dan memperluas pasarnya," terangnya.

Kemudian yang ketiga adalah mendorong UMKM agar bisa naik kelas. Baik melalui penguatan kelembagaan dan perluasan kemiteraan. Lalu, katanya, Peningkatan kapasitas melalui bantuan teknis dan pelatihan. Serta,  peningkatan akses pembiayaan yang didukung program digitalisasi.

"Kami mengajak seluruh masyarakat mencintai, membeli, dan menggunakan produk karya anak bangsa. Dengan demikian, menjadikan industri kreatif dapat berkembang dengan pesat," pungkasnya.

Harvesting BBI dan BBWI Riau 2023, menjadi bagian penting dan tak terpisahkan untuk mendorong penguatan produk dalam negeri dan pariwisata, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi lokal, memperbaiki daya beli masyarakat serta kebangkitan ekonomi pascapanemi. “Khususnya melalui UMKM,” sebutnya.

Perkenalkan Sektor Pariwisata Riau

Gernas BBI dan BBWI tentu saja tak hanya mendorong petumbuhan UMKM, namun siring sejalan, sektor pariwisata juga jadi perhatian, Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, BBI dan BBWI merupakan suatu wadah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan untuk memperkenalkan sektor pariwisata di Riau.

Syamsuar mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Riau sebagai salah satu tuan rumah BBI-BBWI di antara 9 provinsi lainnya. Disampaikannya, melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa UMKM di Riau sampai dengan Juli 2023, mampu meraup pendapatan sebanyak Rp47 miliar. Sementara melalui BBWI, mampu meraup pendapatan sebesar Rp18 miliar hingga Juli 2023.

"Alhamdulillah kita sudah berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu Rp50 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat karena masih ada berbagai event pariwisata, yaitu pacu jalur tepatnya Agustus dan festival ekonomi kreatif di Bengkalis," kata Gubri.

Dia juga menyampaikan, pada tahun 2022 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) mencapai 332.993 orang. Hasil tersebut, sebutnya, jauh melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar 63.739 Wisman.

"Sementara itu untuk kunjungan wisatawan nusantara pada 2022 mencapai 8.534.835 orang, jumlahnya melebihi penduduk Riau yang jumlahnya 6,6 juta orang. Kita akan terus melakukan pengembangan destinasi wisata di Riau, terutama destinasi wisata desa," jelasnya.

Dalam pengembangan ekonomi kreatif, pihaknya telah melakukan pembinaan kualitas ekonomi kreatif, branding, serta melakukan optimalisasi Badan Riau Creative Network.

"Begitu banyak ekonomi kreatif Riau yang menembus pasar nasional maupun internasional, antara lain durian, kopi liberika, rotan dan tanjak," katanya.

"Kemudian, pemusik Riau yaitu Riau Rhythm juga sudah mendua ini, lalu ada designer muda kita, Irvan Asmara yang akan mewakili Indonesia di Paris, Perancis," imbuhnya.

UMKM Champion Jadi Role Model

Dari sekian banyak UMKM binaan BI, OJK dan juga Disperindag yang mengikuti kegiatan ini, terpilih sebanyak 5 UMKM terbaik dalam pelaksaan Gernas BBI dan BBWI Riau tahun 2023.

Terkait itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Riau, Muhamad Nur, berharap agar UMKM Champion ini nantinya bisa jadi contoh atau role model bagi pelaku usaha lainnya.

Tak cuma itu, para juara ini selain jadi contoh tapi juga bisa menularkan ilmunya serta mau menjadi mitra dan terlibat dalam kegiatan pembinaan terhadap UMKM kelas bawah.

“Mereka bisa memberikan storytelling, bercerita bagaimana susahnya membangun usaha sampai bisa di titik ini, apa saja hambatan dan tantangannya. Sehingga UMKM Champion bisa jadi mentor untuk yang lain,” harapnya.

Secara umum, kelemahan UMKM lokal terletak pada mental untuk menjadi besar. Oleh sebab itu, perlu kiranya untuk terus diberi motivasi dan keyakinan yang kuat.

“Karena untuk menjadi besar itu, harus siap dulu mentalnya, dan jangan pernah berhenti berinovasi dan berkreatifitas. Kalau desainer misalnya, berhenti berkreatifitas, apa yang mau dibuat. Itu yang harus dibimbing terus,” ucapnya.

Selama pelaksanaan Gernas BBI dan BBWI, BI menggelar sejumlah kegiatan bagi UMKM di Riau seperti kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), lalu ada kegiatan Kurasi Produk UMKM Unggulan Riau: Fashion, Kriya, dan Food lalu ada juga #Bootcamp Wastra Riau 2023 Bagi Pelaku UMKM Desain dan Produksi Fasyen.

Jembatani Pelaku UMKM dengan Lembaga Jasa Keuangan

Kepala OJK Riau, Muhamad Lutfi mengatakan UMKM menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan mengurangi tingkat kemiskinan menjadi alasan penting kenapa UMKM harus kembangkan.

Makanya, OJK berusaha menggandeng Pemerintah Provinsi Riau, serta beberapa lembaga jasa keuangan (PT Bank Riau Kepri Syariah, PT Bank Mandiri, Tbk, PT Bank BRI, PT Pegadaian) menyelenggarakan program Business Matching.

Akses terhadap pembiayaan ini menjadi hal penting, terutama bagi pelaku UMKM yang sering kali kesulitan untuk mendapatkan modal kerja yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

"Dengan adanya Business Matching antara bank dan pelaku UMKM terkait pembiayaan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan bisnis pelaku UMKM, sehingga tumbuh kuat dan berkembang secara berkelanjutan serta dapat memberikan dampak positif pada perekonomian daerah maupun nasional."

Sebagai pelaku bisnis yang bertanggung jawab, bank juga harus memastikan bahwa produk pembiayaan yang ditawarkan sesuai dengan prinsip keberlanjutan, sehingga tidak hanya menguntungkan bank dan pelaku UMKM, tetapi juga lingkungan dan masyarakat sekitar yang secara tidak langsung juga mendukung pencapaian KPI Gernas BBI-BBWI.

Muhamad Lutfi berharap langkah sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, serta para pelaku sektor keuangan dan juga perbankan dapat mendukung sektor UMKM menjadi lebih produktif, inovatif, serta tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dalam sistem perekonomian kita.

Lutfi mengingatkan bahwa helat akbar ini bukan sebuah akhir, melainkan awal bagi UMKM Riau untuk bangkit dan terus berkembang. Setelah ini mereka harus memperkuat dari sisi kemitraannya, sehingga usaha mereka bisa terus berkembang ke nasional bahkan internasional dan itu sangat mungkin untuk digapai. (*)

Terkini