PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, Selasa (21/11/2023).
Pembukaan pelatihan dilakukan di Hotel Resti Menara Pekanbaru oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru Maisisco, S.Sos, MSi, dan dihadiri perwakilan dari 4 kelompok peserta pelatihan yang diseleksi dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Maisisco menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini.
''Tidak semua kelompok bisa mengikuti pelatihan ini. Karena itulah, kami berharap seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa dengan serius dan seksama mengikuti kegiatan ini hingga selesai, sehingga bisa membawa banyak kemanfaatan selepas pelatihan ini,'' jelas Maisisco.
Dia juga mengungkapkan, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari pelatihan ini.
Selain menambah pengetahuan tentang cara pengolahan dan pembuatan makanan atau pangan berbasis sumber daya lokal, tentunya ini diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi peserta. Apalagi peserta ini umumnya adalah pelaku usaha berbasis pangan.
''Dengan pelatihan yang diberikan, kita harapkan ada variasi dan kreativitas baru dalam pengolahan bahan pangan. Selain itu tentunya bisa memberi nilai tambah, bagi usaha yang dikelola, maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya,'' jelas Maisisco.
''Misalnya, biasanya hanya menjual pangan dalam bentuk ubi goreng, atau risoles, atau pisang. Nah, dengan pelatihan ini, kita harapkan bisa memperkaya wacana dan pengetahuan sehingga tak sekadar ubi, tapi bisa menjadi penganan yang lebih variatif dan kreatif lagi,'' ungkap Maisisco.
Dia harapkan juga, peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga bisa memperkaya pengetahuan masyarakat di sekitar tempat tinggal tentang bagaimana cara mengolah pangan berbasis sumber daya lokal yang baik, bersih dan sehat serta aman dikonsumsi.
Maisisco juga berkeinginan, pengetahuan baru yang didapatkan juga bisa memberi nilai tambah, khususnya dalam usaha yang dikelola khususnya melalui kelompok UMKM yang ada.
''Jadi sambil menimba ilmu pengetahuan, bisa juga menambah pemasukan dengan variasi pangan olahan yang dihasilkan,'' ungkap dia.
.jpeg)
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru, Dinal Husna meninjau pelaksaanaan pelatihan.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, DKP Pekanbaru, Dinal Husna, dalam penjelasannya selepas acara mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat masyarakat tentang penganekaragaman konsumsi, utamanya yang berasal dari bahan baku olahan lokal.
Untuk menggerakkan ini, maka ibu-ibu rumah tangga merupakan motor penggerak yang diharapkan, karena, bagaimana pun sumber konsumsi di tiap-tiap rumah tangga diolah oleh kaum ibu.
''Dalam pelatihan ini, kita ingin membuka pemahaman bagi kaum ibu ini bahwa mengolah panganan itu tidak hanya digoreng, direbus atau dikukus. Namun, ada banyak cara untuk bisa membuat variasi dalam mengkonsumsinya,'' ungkap Dinal.
Dalam pelatihan ini, juga yang dilibatkan tak semata ibu rumah tangga saja, namun juga kaum ibu yang juga memiliki usaha kuliner yang tergabung dalam kelompok kampung pangan.
''Kita berharap mereka ini bisa menjual pangan dengan variasi yang tidak itu-itu saja. Padahal, dengan sumber yang sama, sebenarnya panganan untuk keluarga ataupun yang akan dijadikan komoditas usaha ini juga bisa sangat bervariasi dan beragam,'' kata dia.
Adapun peserta yang diikutsertakan pada pelatihan kali ini adalah sebanyak 40 orang, berasal dari 4 kampung pangan, dari 4 kelurahan di Kota Pekanbaru. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang anggota yang punya usaha pangan berupa membuat kue atau jajanan pasar.
Adapun untuk pelatihan pada hari pertama ini, dikuti Kampung Pangan dari Labuh Baru Barat dan Tangkerang Utara, Padan Bulan dan Tobek Gadang.
Dina juga menjelaskan, pelatihan yang diberikan ini sifatnya adalah menstimulasi, membuka wacana kepada seluruh peserta dalam mengolah panganan yang berasal dari bahan olahan lokal.(R06)