PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sejumlah mahasiswa Peminatan Gizi Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Senin (24/6/2024) melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru.
Kunjungan lapangan tersebut disambut langsung Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco didampingi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ismail, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna serta sejumlah staf.
Pada kesempatan itu, Ketua rombongan yang juga Dosen pengampu Winda Septiani menjelaskan kunjungan lapangan ini dalam upaya pemenuhan kompetensi akhir para mahasiswa untuk mata kuliah Gizi dan Ketahanan Pangan.
Dia menjelaskan, pemahaman para mahasiswa selama ini didapatkan secara teori di kampus. Dan itu juga memerlukan pemahaman tentang lapangan, terkait dengan kondisi dan langkah-langkah yang telah dilaksanakan pemerintah khususnya melalui DKP terkait dengan mendukung ketersediaan pangan dan mengantisipasi keawanan pangan yang juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan para mahasiswa dari Universitas Hang Tuah ke DKP.
Dia menjelaskan, permasalahan pangan saat ini memiliki ruang lingkup aktivitas yang sangat luas, mulai dari ketersediaan, keterjangkauan serta pemanfaatan pangan.
Ketersediaan sendiri, dijelaskan Maisisco berkaitan dengan upaya yang dilakukan untuk memastikan pangan tersedia di tengah masyarakat.
Sebagai daerah yang bukan merupakan sentra produksi pangan, jelas Maisisco menjelaskan, bahwa produksi pangan lokal baru bisa memenuhi sebesar 23 persen dari kebutuhan masyarakat Pekanbaru.
''Sisanya kita masih harus mendatangkan dari luar daerah. Mulai dari kabupaten kota tetangga hingga ke provinsi di sekitar,'' jelas dia.
Namun, hal tersebut tentunya tidak menyebabkan Pemko Pekanbaru tidak menginisiasi upaya untuk mengambil langkah-langkah solutif untuk menyediakan kebutuhan pangan tersebut.
Salah satunya adalah dengan melakukan penguatan peran serta masyarakat, kelompok ibu rumah tangga yang tergabung di dalam kelompok wanita tani, termasuk dengan menginisiasi pemanfaatan lahan pekarangan dan terlantar untuk dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan produksi pangan.
Dia juga mengajak masyarakat Pekanbaru untuk mengembangkan pertanian tanaman pangan dengan pola urban farming dan upaya pengolahan terhadap komoditas pangan lokal yang ada.
Dia juga menjelaskan, memang pada beberapa komoditas, memang Pekanbaru memerlukan pasokan dari luar daerah. Namun, pada komoditas tertentu lainnya, Pekanbaru mampu mensuplai dan itu potensial dalam mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan.
''Mungkin adik-adik mahasiswa ini ada yang sering jalan-jalan atau berliburan ke Sumbar. Dan tidak jarang pula ada yang memanfaatkan momen liburan itu untuk membeli oleh-oleh seperti kerupuk sanjai. Adik-adik mungkin tidak banyak yang tahu kalau material untuk pembuatan kerupuk, yakni ubi, didatangkan dari Kota Pekanbaru,'' jelas Maisisco.
''Keterbatasan kemampuan kita dalam mengolah pangan ternyata dimanfaatkan juga oleh daerah tetangga untuk mendapatkan bahan baku dengan harga yang murah,'' jelas dia.
Karena itulah, DKP pun melatih bukan saja di sisi hulu dengan mengembangkan urban farming, namun juga dalam sisi pengolahan pangan, termasuk juga memastikan pangan yang hendak di konsumsi masyarakat juga aman untuk dikonsumsi.
Maisisco juga membangun optimisme pada para mahasiswa tentang peluang kerja di sektor pemenuhan kebutuhan pangan yang masih cukup luas. Karena itulah, dia menyarankan para mahasiswa untuk memastikan passion dari bidang studi yang mereka pelajari benar-benar bulat.
''Kalau kita ingin sukses di semua bidang, passion itu penting untuk memberikan arahan kemana dan apa yang akan dilakukan setelah selesai kuliah nanti. Dan saya memastikan bahwa permasalahan pangan ini merupakan bidang yang sangat luas dan membutuhkan kontribusi peran dari para adik-adik mahasiswa ini,'' ajak Maisisco.
Pada kesempatan itu, para mahasiswa dan jajaran DKP lebih banyak memanfaatkan momen kunjungan ini untuk berdiskusi terkait langkah-langkah kontret program yang telah dilaksanakan DKP untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan yang hendak dikonsumsi masyarakat.
Pada kesempatan itu para mahasiswa juga meminta izin kepada Kepala DKP Pekanbaru untuk melakukan studi lapangan terkait dengan Kios Pangan Puan Berseri juga lahan edukasi Sicantig.(R06)