Bahlil: Golkar di Garda Terdepan Kawal Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Juga Prabowo-Gibran

Kamis, 22 Agustus 2024 | 01:38:06 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Setelah secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyampaikan pidato politik pertamanya di hadapan ribuan kader dan ketua umum partai  yang hadir pada momen penutupan Musyawarah Nasional, Rabu (21/8/2024) malam tadi.

Dalam sambutannya, Bahlil mengungkapkan komitmennya bahwa Partai Golkar akan mengawal penuh kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga akhir masa jabatan dan memastikan keberlanjutan program di masa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

''Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kepada seluruh kekuatan partai Golkar harus mengawal pemerintahan Joko Widodo -Ma'ruf Amin sampai tuntas 20 Oktober 2024 serta mengawal suksesnya pemerintahan Prabowo Gibran selama lima tahun ke depan,'' ungkap dia.

''Kalau bagus kita lanjutkan lagi, cocok... setuju...'' imbuh dia yang disambut dukungan gemuruh para peserta Munas yang hadir.

Pada kesempatan itu, berkali-kali juga Bahlil mengatakan bahwa Prabowo Subianto adalah anak kandung Partai Golkar.

''Pak Presiden prabowo ini anak kandung partai Golkar. Kalau sudah anak kandung mau cari yang mana lagi...''ungkap dia.

Dia juga menegaskan bahwa Partai Golkar akan selalu berada pada garda terdepan dalam mengamankan, menterjemahkan dan mengeksekusi seluruh program dari Prabowo - Gibran, termasuk ancaman dari luar dan dari dalam terhadap pasangan presiden terpilih periode 2024-2029.

Dukungan juga akan diberikan bukan saja di lingkup pemerintahan, namun juga di parlemen.

Dalam upaya mendukung Indonesia Emas 2045, sesuai dengan visi Prabowo -Gibran, Bahlis menegaskan beberapa kebijakan dan prioritas, seperi hilirisasi, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, meningkatkan daya tambah dan kualitas SDM, Partai Golkar akan berada pada garda terdepan dalam mendukungnya.(R02)

Terkini