Sembari Monitoring, DKP Pekanbaru Semangati Kelompok Kampung Pangan untuk Berusaha dan Berkreasi

Rabu, 09 Oktober 2024 | 19:05:33 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melalui  Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan melakukan monitoring kegiatan kelompok kampung pangan penerima bantuan sarana pengolahan pangan, Rabu (9/10/2024) siang.

Ada tiga dari delapan kelompok kampung pangan yang penerima bantuan sarana pengolahan pangan pada tahun 2024 yang dilakukan pemantauan, masing-masing adalah Kelompok Kampung Pangan Lembah Sari, Kelompok Kampung Pangan Limbungan dan Kelompok Kampung Pangan Sri Meranti yang mendapat kunjungan dalam rangka monitoring ini.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru, Dinal Husna yang saat itu juga didampingi Analis  Pasar Hasil Pertanian Zulmaniah serta sejumlah staf mengungkapkan monitoring ini dilaksanakan dalam upaya memantau sejauh mana perkembangan dari kelompok kampung pangan setelah menerima bantuan sarana pengolahan pangan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru beberapa bulan lalu.

Disamping itu, Dinal mengungkapkan kalau monitoring ini juga dilaksanakan untuk dapatmemetakan permasalahan yang  dihadapi, untuk bisa dicarikan solusinya.

Dinal pada kesempatan tersebut mengajak para pelaku usaha yang tergabung dalam Kampung Pangan untuk tetap memupuk semangat dan kebersamaan dalam mengembangkan usaha.

''Memang tidak ada yang mudah. Semuanya butuh usaha dan kerja keras untuk bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai. Permasalahan pasti ada, tapi tidak harus menyurutkan keinginan untuk bisa lebih baik ke depannya,''ungkap Dinal.

Selaku pihak yang menyerahkan bantuan sarana pengolah pangan, Dinal mengungkapkan, DKP Pekanbaru berharap peralatan yang diberikan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan usaha pengolahan pangan.

''Kita tak ingin, setelah diberikan alat, ternyata alatnya tidak dimanfaatkan, atau disimpan saja. Kita tidak ingin seperti itu. Yang kita ingin lihat adalah, alat ini bermanfaat,'' kata dia.

Hal utama lainnya yang ingin dicapai dari program ini adalah masing-masing kelompok kampung pangan bisa menghasilkan satu atau beberapa komoditas pangan olahan unggulan berbasis sumber daya lokal.

''Selama ini, kan kita masih kesulitan mendapatkan makanan khas Pekanbaru. Dengan apa yang kita miliki saat ini, hendaknya bisa menyemangati kaum ibu yang ada di Kampung Pangan untuk lebih kreatif sehingga bisa memiliki kekhasan tersendiri,'' jelas Dinal lebih jauh.

Pada kesempatan itu, ketiga kampung pangan juga mengungkapkan beberapa produk olahan khas yang mereka kelola sehari-hari, seperti di Lembah Sari berupa tahu isi.

''Tahu isi kita disini khas bu, pemesanannya juga banyak, bahkan hampir setiap hari itu produk yang paling cepat habis dan banyak diminta pelanggan,''ungkap ketua tim Kampung Pangan Lembah Sari.

Sementara di Sri Meranti memiliki komoditas unggulan berupa bolu kemojo.

''Kaum ibu di Sri Meranti tidak perlu takut berkreasi. Dengan komoditas bolu kemojo ini, tentu masih banyak kreatifitas yang bisa dikembangkan,'' ungkap Dinal.

Pada kesempatan itu, jajaran DKP Pekanbaru juga mendapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok kampung pangan, di antaranya berupa pelatihan  dan akses modal.

Rencananya, kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan pada 8 kelompok kampung pangan penerima manfaat.(R04)

 

 

Terkini