Polresta Pekanbaru Lakukan Penanaman Bibit Jagung di Sicantig

Rabu, 06 November 2024 | 11:20:39 WIB
Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto, Staf Ahli Wali Kota Mahyuddin, Kadis Ketahanan Pangan H.Maisisco dan jajaran kepolisian dan petani foto bersama.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Jajaran Polresta Pekanbaru bersama Pemko Pekanbaru  melakukan penanaman 3.000 butir bibit jagung manis di areal pertanian tertintegrasi milik Pemko Pekanbaru di Sicantig, Rabu (6/11/2024) pagi.

Penanaman bibit jagung manis ini dilaksanakan dalam rangka penguatan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru, yang merupakan bagian dari program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya percepatan ketahanan ketahanan pangan sebagai bagian dari 8 program prioritas.

Hadir melaunching kegiatan ini  Wakapolresta Pekanbaru, AKBP  Henky Poerwanto, Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru Mahyuddin, Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru H. Maisisco, Kadis Pertanian Pekanbaru drh. Firdaus juga perwakilan Pemprov Riau.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto ditemui selepas kick off acara mengungkapkan Kegiatan ini dilaksanakan di 12 kabupaten dan kota di Riau, dan untuk di Kota Pekanbaru dilaksanakan di areal SiCantig, milik Pemko Pekanbaru.

''Penguatan ketahanan pangan ini adalah program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang masuk dalam Asta Cita,'' kata Henky.

''Pada hari ini, kita tanam 2 kilogram bibit jagung manis, sebanyak 3.500 butir. Kalau lancar 72 atau 24 hari ke depan sudah bisa panen,'' kata dia.

Kepolisian, jelas Wakapolresta, sangat mendukung upaya penguatan ketahanan pangan, khususnya di Kota Pekanbaru. Penanaman yang dilakukan hari ini, jelas dia, adalah bagian dari upaya tersebut.

Selain itu, jelas Wakapolres, pihaknya juga melakukan koordinasi bersama instansi terkait dalam upaya percepatan pada jenis-jenis pangan lainnya, termasuk juga sektor perikanan.

Kepolisian juga menyiapkan informasi terkait pendataan lahan yang potensial untuk dimanfaatkan untuk penguatan ketahanan pangan.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru, Mahyuddin mengungkapkan, sangat mengapresiasi program penanaman jagung manis yang dilaksanakan di SiCantig ini.

Dikatakan Mahyuddin, program sinergi yang dilaksanakan ini sangat mendukung pada upaya mendukung penguatan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru.

''Sebagaimana kita ketahui, Pekanbaru ini kan bukan daerah sentra produksi. Mayoritas pangan kita masih didatangkan dari provinsi juga kabupaten kota di luar Pekanbaru. Dengan program ini tentunya akan memperkuat ketahanan pangan, khususnya untuk produksi jagung manis,'' kata Mahyuddin.

Dia juga menjelaskan, langkah-langkah sinergi ini juga akan bisa meningkatkan produktivitas. Hal ini tak hanya melibatkan jajaran kepolisian, namun tentunya masyarakat dan para petani.

Mahyuddin juga menjelaskan kalau Pemko Pekanbaru saat ini juga sudah melakukan pemetaan kawasan yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan ketahanan pangan.

''Totalnya ada sekitar 18.000 hektare lahan. Dan sudah dikelola baru 8.000 hektare. Artinya, masih ada cukup luas lahan yang bisa dimanfaatkan. Itu yang kita rencanakan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan ini,'' kata Mahyuddin.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco juga mengapresiasi pelaksanaan program ketahanan Pangan Polresta Pekanbaru-Polda Riau dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indoensia ini.

Upaya kolaborasi ini, dijelaskan Maisisco tentunya akan mendukung terciptanya penguatan, khususnya sektor pangan yang memang menjadi prioritas pemerintah Republik Indonesia.

''Kolaborasi di sektor penguatan ketahanan pangan ini memang menemukan momentumnya pada tahun 2024 dan 2025 ini, mengingat pangan ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Ini adsalah langkah inisiasi yang luar biasa, dan kami berterima kasih kepada jajaran Polda Riau dan Polresta Pekanbaru,''ungkap H. Maisisco.

Dia juga berharap kolaborasi ini lebih luas, tak hanya oleh jajaran kepolisian, namun juga pelaku usaha, swasta, termasuk BUMN.

''Penguatan ketahanan pangan ini tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan pemerintah. Tetap dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk bisa memenuhi aspek kebutuhan masyarakat. Apalagi kita di Pekanbaru ini kan memang masih menggantungkan produksi dari luar daerah,'' kata H. Maisisco.

''Kita mengajak pihak swasta maupun BUMN untuk ikut bersama-sama mendukung terciptanya penguatan ketahanan pangan, yang bisa diwujudkan dengan mengalokasikan dukungan untuk petani dan kelompok tani melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),'' kata dia.

''Peluang untuk penguatan ketahanan pangan ini masih sangat terbuka. Petani kita masih memerlukan dukungan, baik sarana maupun prasarana juga permodalan. Karena itulah, kita ajak semua pihak untuk bersama-sama, kita berkolaborasi,'' kata dia.(R04)

Terkini