Perpustakaan Tenas Effendy, Gerbang Ilmu Pengetahuan Yang Terus Bertransformasi

Jumat, 08 November 2024 | 16:48:20 WIB
Gedung Perpustakaan Tenas Effendy.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perpustakaan adalah gerbang ilmu. Tempat dimana orang-orang bisa mendedikasikan hasil pemikirannya untuk dapat dibaca, dipelajari oleh lebih banyak orang lain.

Semakin banyak buku atau bahan bacaan yang terdapat di perpustakaan tersebut, akan mencerminkan semakin banyaknya pemikiran, ide dan gagasan yang tersimpan disana, dan akan memberikan semakin beragam pula pilihan yang disa dimanfaatkan oleh orang banyak saat mengunjunginya, untuk membacanya, sebagai sebuah upaya untuk memperluas ilmu pengetahuan.

Suasana membaca di Perpustakaan Tenas Effendy yang tenang dan nyaman untuk membaca.

Karena itulah, semakin banyak buku dan koleksi bacaannya, biasanya akan semakin ramai pula orang-orang atau masyarakat di suatu kota atau sekolah atau lembaga untuk mendatanginya. Karena, identiknya, semenjak dahulu, orang datang ke perpustakaan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak.

Di Provinsi Riau,khususnya di Kota Pekanbaru, selama berpuluh-puluh tahun ada beberapa perpustakaan yang selama ini menjadi pusat keleksi ilmu pengetahuan.  Sebut saja, di tiap-tiap kampus, dan sekolah-sekolah.

Sementara untuk skala umum, atau lebih luas, Pemerintah Provinsi Riau juga mendirikan Perpustakaan Soeman HS pada tahun 2008 lalu yang terletak di Jalan Sudirman Pekanbaru, di eks gedung Lancang Kuning kompleks kantor DPRD Provinsi Riau lama.

Pustakawan yang dengan sepenuh hati melayani  dalam proses pengenalan literasi.

Nah, di Kota Pekanbaru, juga berdiri Perpustakaan Tenas Effendy pada tahun 2020 lalu. Perpustakaan ini beberapa tahun sebelumnya telah memiliki nama, namun, kemudian dinamakan Perpustakaan Tenas Effendy oleh Pemerintah Kota Pekanbaru di masa pemerintahan Wali Kota Firdaus ST, MT.

Tentunya, bukan tanpa alasan mengapa diberikan nama Perpustakaan Tenas Effendy. Dari literasi yang diperoleh, diketahui  pemberian nama Perpustakaan milik Pemko Pekanbaru dengan nama Perpustakaan Tenas Effeny adalah sebagai bentuk penghormatan kepada budayawan dan sastrawan Riau tersebut.

Tenas Effendy adalah salah satu nama besar yang dimiliki oleh Riau yang tunak dalam berkontribusi pada  kebudayaan melayu dan dunia kesusastraan. Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang mencerminkan tentang kebudayaan melayu yang  banyak dilahirkan dalam karya-karya besarnya.

Ruangan arsip foto yang terawat dan bersih, bisa dijadikan sarana pengenalan sejarahpekembangan Kota Pekanbaru  bagi generasi muda.

Karya-karya dan pemikiran  Tenas Effendy dalam dunia kemelayuan juga banyak digunakan sebagai referensi  pada banyak negara melayu serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan banyak lainnya. Dan salah satu karya terbesarnya adalah buku Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Pekanbaru, pada waktu itu,  menyebut bahwa pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan kepada budayawan Melayu tersebut. Dia adalah sosok inspiratif dalam dunia kebudayaan dan kesusastraan, juga teladan dalam dunia literasi.

Dalam perjalanannya, perpustakaan Tenas Effendy saat ini terus berkembang pesat  dengan jumlah koleksi bahan bacaannya, program-programnya, maupun sistim pelayanan.

Penetapan teknologi juga membawa banyak kemajuan dalam peran Perpustakaan Tenas Effendy, dimana, saat ini, bukan saja secara fisik, koleksi bacaan di perpustakaan Tenas Effendy ini juga dapat dibaca oleh publik literasi secara online dan virtual.

Setidaknya ada 8.000 buku yang ada di Perpustakaan ini yang sudah bisa dibaca secara online  melalui fasilitan e-book yang diberi nama IPekanbaru.

Tak hanya itu pengembangan layanan juga terus dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin canggih, dimana buku-buku ini bukan saja bisa dibaca secara virtual, namun juga bisa didengarkan lewat layanan membaca buku bersuara.

Membaca di perpustakaan juga terus bertransformasi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca diimplementasikan lewat program-program yang menarik, seperti Literatoer, yakni  pola kunjungan perpustakaan yang dilakukan layaknya melakukan perjalanan.

Pengunjung, khususnya anak-anak usia sekolah, bisa mendapatkan pengalaman litersi sembari menerapkannya dengan melakukan praktikum sederhana, sehingga menyenangkan dan membuka ruang  berani mengemukakan pendapat.

Perkembangan dunia literasi ini juga semakin terus disempurnakan oleh Dinas perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pekanbaru  dengan aneka layanan yang lebih modern, seperti fasilitas multimedia dengan perangkat yang senuanya ditujukan untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan.

Dikatakan Kepala Dispusip Pekanbaru, Hj Erna Juita, saat ini, perpustakaan bukan hanya menjadi sarana penyimpanan buku, atau arsip dan keleksi, namun lebih jauh bisa berfungsi sebagai pusat layanan yang lebih luas, yang ditujukan untuk terus mengajak dan menggugah masyarakat untuk tetap berkunjung dan membaca.

''Meningkatkan minat baca adalah tujuan utamanya'' ungkap Erna.

Dia pun tak lupa senantiasa mengajak masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, baik secara fisik dan virtual  lewat fasilitas yang disediakan dan bisa diakses kapan pun dan dimana pun. (Adv)

 

Terkini