PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru melakukan monitoring sekaligus panen lanjutan terhadap komoditas terung dan cabai geprek di Kelompok Wanita Tani (KWT) Melayu Indah Lestari di Jalan Jawa, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Senin (18/11/2024).
KWT Melayu Indah Lestari merupakan salah satu KWT binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru yang juga menjadi penerima program bantuan bibit dan sarana pertanian untuk tahun 2024 yang diserahkan pada periode Mei 2024 lalu.
Monitoring dilakukan untuk memastikan program penanaman beberapa jenis holtikultura dan sayuran yang dialokasikan beberapa bulan lalu masih terus berjalan dan memberikan manfat kepada masyarakat, khususnya anggota pengurus KWT.
Pada kesempatan itu, jajaran DKP dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, H. Maisisco didampingi Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Jasrul juga sejumlah jajaran.
Pada kesempatan itu, H. Maisisco melakukan panen terhadap komoditas terung dan cabai geprek yang bibitnya merupakan bantuan dari DKP Pekanbaru pada program Bantuan Bibit Tanaman dan Alat Pertanian pada bulan Mei 2024 lalu.
''Alhamdulillah, bibit dan sarana pertanian yang kita bantukan beberapa bulan lalu berhasil panen dan sudah memberikan manfaat kepada masyarakat setempat,''ungkap H. Maisisco.
Dia pun berharap hasil pertanian yang dilakukan oleh KWT ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat.
''Saya dengar kan ibu-ibu ini sudah melakukan panen beberapa komoditas lain, seperti tomat, terung, cabai dan sayuran. Hasil ini tentunya akan membantu pada penguatan ekonomi keluarga, karena tidak lagi perlu membeli untuk kebutuhan rumah karena sudah tersedia di areal tanam ini,''ungkap H. Maisisco.
Pada kesempatan itu, H Maisisco juga menjelaskan program Presiden Prabowo Subianto tentang makan siang bergizi gratis yang nantinya tentunya akan memerlukan banyak pasokan untuk sayuran, buah maupun cabai.
''Kita harapkan ibu-ibu di sini juga bisa ambil peranan dalam kegiatan tersebut, termasuk untuk mendukung kebutuhan untuk program makan siang bergizi gratis ini. Karena itulah, kita harapkan tetap produktif dan bersemangat dalam bekerja dan berusaha,'' kata H. Maisisco.
Mudiah, ketua KWT Melayu Indah Lestari mengungkapkan kalau untuk saat ini, mereka sedang menanam untuk terung dan cabai.
''Ini sebenarnya bukan panen pertama, tapi sudah berlangsung semenjak beberapa bulan lalu. Kita sudah panen sayuran seperi kangkung, cabai, tomat dan beberapa lainnya.Saat ini, yang sedang panen masih ada terung dan cabai geprek,'' kata dia.
Sejauh ini, hasilnya cukup memuaskan, karena, per dua hari sekali biasanya anggota KWT melakukan panen dan hasilnya ada yang dijual.
''Ini kan produksinya banyak, tapi sudah ada yang ambil, warga di sekitar sini juga, umumnya untuk kebutuhan rumah tangga,'' kata dia.
Seperti halnya cabai, per dua hari sekali biasanya dilakukan panen, tak kurang dari 2 kilogram.
''2 kilogram per dua hari. Alhamdulillah,'' kaya dia.
Untuk per kilogramnya, pengurus KWT menjual seharga Rp30.000.
Semua uang penjualan dari sayuran dan buah itu, kemudian dikumpulkan sebagai kas KWT.
''Untuk apanya nanti kami rundingkan. Tapi yang pasti, setiap harinya ada saja warga yang datang berbelanja, dan ini sangat menyenangkan,''ungkap ibu lainnya.
Mereka juga berharap, ke depan, pemerintah tetap bisa membantu KWT yang mereka gerakkan. Karena bantuan yang diberikan pemerintah melalui DKP ini bisa menggerakkan kreativitas kaum ibu KWT setempat.
Mereka juga mengaku sangat tertarik dengan program pemerintah untuk memberikan makan siang gratis kepada anak-anak sekolah.
''Ya, kalau memang diperlukan, kita disini siap Pak, baik untuk support hasil pertanian berupa sayuran, cabai, ataupun untuk mendukung program makan siang gratisnya,'' ungkap mereka.(R06)