PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Komisi A DPRD Kabupaten Asahan melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru.
Kedatangan rombongan anggota DPRD Asahan ini diterima olah Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, Adi Lesmana, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam juga sejumlah Analis.
Salah satu dari materi kunjungan yang diikuti 8 anggota DPRD Asahan ini terkait dengan upaya membangun kerja sama dalam mendukung penguatan ketahanan pangan termasuk penerapan sistim jaminan mutu dan keamanan pangan.
Sekretaris DKP Adi Lesmana menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan Komisi A DPRD Asahan ini.
Karena, menurut Adi, dengan kunjungan ini DKP Pekanbaru selain bisa berbagi tentang program apa yang sudah dilaksanakan juga bagi DKP Pekanbaru bisa mendapatkan masukan untuk hal-hal baru dari apa yang telah dilaksanakan di Kabupaten Asahan.
Menjelaskan program per bidang, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam mengungkapkan ada dua program pengawasan yang dilaksanakan DKP Pekanbaru, yakni pre market dan post market.
Program yang berkaitan dengan premarket salah satunya yang saat ini masih terus dioptimalkan adalah berkaitan dengan penerbitan izin edar.
Yarnengsih yang akrab disapa Neneng ini mengungkapkan, sampai hari ini, total izin edar yang sudah diterbitkan OKKPD Pekanbaru selaku otoritas pengawas sebanyak 107 izin Edar.
Massifnya upaya pengurusan izin edar ini, dijelaskan di salah satunya dilaksanakan dengan bersinergi bersama pusat perbelanjaan, swalayan maupun pasar buah.
''Alhamdulillah, dengan jumlah 107 izin edar yang sudah diterbitkan tahun ini, Pekanbaru masuk dalam 9 daerah dengan penerbitan izin edar terbanyak di Indonesia, dan 2 terbanyak di Sumatera. Bahkan, informasi terbaru, kita di posisi 8 se Indonesia,'' kata dia.
Sementara untuk Post Market, Neneng menjelaskan DKP Pekanbaru secara rutin melakukan uji pestisida terhadap komoditas pangan segar asal tumbuhan yang beredar di tengah masyarakat.
Uji ini tak hanya berkaitan dengan ambang maksimal pada kontaminasi pestisida, namun juga terhadap kontaminasi lainnya seperti boraks, aflatoksin, formalin dan senyawa berbahaya lainnya.
''Ini dilakukan dalam upaya memperkecil risiko kontaminasi zat berbahaya pada PSAT yang akan dikonsumsi masyarakat, baik yang berasal dari produk petanian lokal maupun yang didatangkan dari luar,'' kata dia.
Upaya pengawasan yang dilakukan ini memang belum sampai pada upaya-upaya penindakan, tapi lebih difokuskan pada upaya mengajak dan mensosialisasikan.
Sementara itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna menjelaskan bahwa Kota Pekanbaru bukanlah sentra produksi terhadap komoditas pangan. Pekanbaru tergantung dari pasokan dan suplai bahan pokok dari daerah-daerah sekitar, termasuk Sumbar dan Sumatera Utara, SUmatera Selatan.
''Meski begitu, dalam lima bulan terakhir Pekanbaru mengalami deflasi, yang disebabkan pasokan pangan yang masuk banjir,'' kata Dinal berkaitan dengan ketersediaan pangan di Kota Pekanbaru saat ini.
Hanya saja, Dinal juga mengungkapkan target pemerintah bukanlah deflasi, karena deflasi juga tidak baik khususnya untuk sektor hulu, khususnya petani.
DKP Pekanbaru saat ini tetap mengikuti arahan dari Menteri Dalam Negeri untuk inflasi dalam posisi 2,5 plus minus 1.
''Alhamdulillah pada November lalu kita mengalami inflasi di 0,39 persen dan berharap bisa lebih baik di bulan Desember,'' kata Dinal.
Ketua Komisi A DPRD Asahan, Azmi Hardiansyah Fitrah menympaikan terima kasihnya atas masukan dan informasi yang didapatkan dalam kunjungan ke DKP Pekanbaru ini.
Azmi menjelaskan, dengan kunjungan kerja ini, DPRD Asahan berharap bisa membawa masukan dan mendukung pada terjadinya inovasi dalam bentuk program yang berkaitan dengan melakukan penguatan ketahanan pangan dan keamanan konsumsi.
Adapun anggota DPRD Asahan yang hadir dalam kunjungan ini masing-masing adalah: Ketua Komisi A Azmi Hardiansyah Fitrah, kemudian Wakil Ketua Komisi A Renol Sinaga, H. Mansyur Marpaung, Reka Adinda, Muhammad Dwi Dharmawan, Rita Marissa Siregar, Andi Parulian Sitorus dan Irwan Lumumba.(R04)