Fachmi Amrie, Mantan Komandan Polisi Kehutanan Yang Selalu Ceria dan Jenaka

Ahad, 22 Desember 2024 | 18:20:51 WIB
Fachmi Amrie

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perawakannya  tinggi semampai, berambut keriting hitam dan berkulit hitam, plus kacamata.

Bila bertemu dengannya, sekilas orang akan berpikir dia sosok yang keras, pendiam. Apalagi dalam kapasistasnya sebagai Kepala Dinas Pemadam kebakaran atau Kepala Sub Dinas keamanan dan Penyuluhan (Kamluh) yang mengomandani seluruh Polhut di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Riau pada era 1999-2001.

Terkadang suaranya keras menggelegar. Sehingga dari ujung lorong kantor Polhut Riau di Jalan Dahlia Pekanbaru, atau di depan ruang kerjanya di Lantau II  Dinas Kehutanan Provinsi Riau di Jalan Sudirman, para Polhut sering terperangah.

Dia bukan sedang marah, atau sedang mengambil tindakan. Tapi memang seperti itulah kesehariannya.

Selalu penuh riang tawa, penuh senda gurau, sehingga banyak sekali orang yang suka bertemu dengannya. Salah satunya mungkin adalah kami, yang saat itu masih berstatus sebagai wartawan muda.

Tak memilih teman, siapapun boleh menjadi sahabatnya. Karena itulah, ruang kerja Fachmi Amrie menjadi salah satu ruang kerja yang paling ramai dikunjungi. Bukan pengusaha, tapi mulai dari masyarakat, wartawan, sampai LSM, tokoh pemuda, mahasiswa.

Fachmi memang sosok yang sangat suka bercerita. Bila duduk dengannya, sembari menyeruput kopi, maka itu bisa berlama-lama.

Dia sosok yang suka berdiskusi, mendengarkan banyak informasi dari masyarakat sehingga bisa mendukung kelancaran tugasnya.

Dalam bekerja, Fachmi memang termasuk rajin. Pagi hari dia sudah tiba di kantor, dan selalu pulang begitu banyak karyawannya sudah pulang. Dia memang paling betah membuka silaturahmi.

Saya selalu mengingat bagaimana cara dia serius dan bagaimana cara dia bercanda. Bagi kita yang keseharian bersamanya, pastilah bisa dengan cepat membacanya.

Sosok Fachmi memang orang yang jenaka, ramah dan bersahaja.

Saya masih mengingat bagaimana dia mengajak kami yang sebagai jurnalis muda untuk terjun ke lapangan bersama para Polisi Kehutanan yang berada di bawah kendalinya untuk menyergap para perambah hutan di areal konsesi PT IFA di Napal, Pauh Ranap, Indraigiri Hulu.

''Supaya kalian tahu bagaimana anggota aku bekerjo di lapangan. Supaya tahu pulo seperti apa para pelaku ilegal logging itu di lapangan, bagaimana mengamankan, daerah mana yang mereka rambah. Jadi laporannya langsung di lapangan,'' kata dia.

Tak hanya sekali Fachmi Amrie membawa kami turun ke lapangan, menindak pelaku illegal logging dan kejahatan kehutanan pada waktu itu.Bahkan sangat sering.

Dan dia termasuk sosok yang sangat terbuka dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil.

Soal kerja, Fachmi memang dikenal sosok yang serius. Di zaman dia memimpin, para pelaku illegal logging sangat menakutinya. Karena itulah, banyak juga yang menyebut Pak Fahmi (begitu kami biasa menyapanya, red) dengan panggilan Komandan Pijay.

Semasa pengabdiannya, Fachmi Amrie sudah malang melintang di banyak posisi di birokrasi.

Adik kandung dari mantan Wali Kota Pekanbaru Farouk Alwi ini pernah mengemban jabatan sebagai camat selama berpuluh-puluh tahun sebelum kemudian mengabdi di lingkungan Pemko Pekanbaru.

''Aku ni mungkin camat yang paling lamo lah bertugas di Riau ni, dan paling sering pulo pindah-pindah. Namonyo tugas, namonyo perintah, Siap Grak,'' kata dia serius sambil seloroh.

Fachmi mengaku pernah menjadi camat di Kota Tembilahan, juga Bagansiapiapi. Semua pengalaman bertugas jauh tersebut, kata Fachmi banyak membekas dan memberi warna dalam dirinya.

Jalan hidup sebagai abdi negara ternyata diturunkan juga oleh Fachmi kepada putranya Roni Rachmat.

''Anak aku ada yang tugas jadi pegawai sekarang di Siak, biarlah dio belajar pulo, dio masih mudo, kalau jumpo besok, ingat-ingatkan dio yo,'' pesan Fachmie yang masih terus saya ingat hingga hari ini.

Siapa sangka, putra dimaksud, Roni Rachmat kini meniti karir yang juga tak kalah mentereng dari sang ayah.

Roni yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau juga berkali-kali diamanahkan menjabat sebagai kepala daerah sementara, sebut saja dia pernah menajabat sebagai Pjs. Bupati Kuantan Singingi, Plh. Bupati Kepulauan Meranti, dan terbaru dia menjabat sebagai Pjs. Wali Kota Pekanbaru.

Roni juga pernah menjabat sebagai camat di beberapa daerah di Kabupaten Siak.

Layaknya teman, layaknya orang tua, Fachmi memang sosok yang sulit untuk dilupakan, karena ceria dan jenakanya. Walau sudah berlalu berpuluh tahun lalu, namun Fachmi Amrie yang ramah dan jenaka itu selalu terkenang.

Sesulit apapun situasnya, selalu ada senyum yang diberikan Fachmi pada orang-orang di sekitarnya.

Selamat jalan Pak Fachmi. Semoga Allah menempatkanmu di sisi Nya yang mulia. Amiin...(Buddy Syafwan)

 

 

Terkini