PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - 14 Sya’ban 1446 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 13 Februari 2025 pengurus Mesjid Al Munawwaroh Universitas Islam Riau (UIR) menggelar Dauroh Ilmiah tentang Hakikat Ahlu Sunnah wal Jama’ah dan cara membelanya.
Pagi pukul 09.30 WIB tampak ruang mesjid dipenuhi oleh Civitas Akademisi UIR terdiri dari Dosen, Tenaga Kependidikan, mahasiswa hingga masyarakat umum. Kegiatan menghadirkan narasumber Habib Muhammad bin Haidar Syahabia merupakan Pendiri dan pimpinan Majelis Baitul Habib Wada’wah.
“Harusnya yang menjadi pemateri pagi ini adalah Syekh Umar bin Husein Al Khatib selaku Cendekiawan Islam, Guru Besar dan Anggota Komite Fatwa di Institut Ilmu Pengetahuan Islam Darul Mustofa, Tariim, Yaman. Namun karena beberapa hal beliau berhalangan hadir dan saya dimandadkan untuk menggantikan beliau”, ujar Habib Muhammad bin Haidar Syahabia.
Ahlu Sunnah berarti perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Nabi dan sahabatnya, sehingga jika hal tersebut dilakukan oleh umat manusia akan mendapatkan pahala. Sedangkan wal Jama’ah merupakan kelompok tafsir, ahli hadis dan ahli fiqih.
Ahlu Sunnah wal Jamaah terbentuk dengan adanya 4 mazhab yang disepakati oleh para ulama yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafii, dan Mazhab Hambali.
“Keempat mazhab ini tentu turun dari Al-Quran dan Assunnah. Apabila ada perbedaan setiap mazhab maka dipengaruhi oleh lingkungan, tempat lahir, dan berkembangnya mazhab tersebut”, terang Habib Muhammad bin Haidar Syahabia.
Adapun ciri – ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah yaitu :
1. Senantiasa memelihara keutuhan umat sesuai dengan syariat islam
2. ?Bersikap tasamuh atau senantiasa menghargai sesama muslim hingga non muslim tanpa menzolimi perbedaan
3. ?Bersikap tawassuth atau berada ditangah – tengah, tidak memihak kepada kelompok kanan ataupun kelompok kiri
4. ?Bersikap i’tidal atau senantiasa tegak lurus membela agama Allah dengan menegakkan kebenaran dan keaadilan.
Ketentuan Ahlu Sunnah wal Jamaah banyak tertuang dalam Al-Quran salah satunya Qur’an Surat Al- Baqoroh ayat 143, QS. Al-Hadid ayat 25, hingga QS. Al-Maidah ayat 8.
Hal lain yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin Haidar Syahabia berkenaan dengan cara menjadi manusia yang bermanfaat yaitu dengan menjalankan perintah Allah, menjauhkan larangan Allah, dan mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW.
Ungkapan terimakasih ia sampaikan kepada seluruh Civitas Akademika Universitas Islam Riau, telah berkenan hadir dalam Dauroh tersebut ditengah padatnya aktifitas pekerjaan.
“Semoga kita senantiasa berada dalam keadaan sehat, senantiasa dalam lindungan Allah, diberkati dibulan Sya’ban hingga ditemukan dibulan Ramadhan”, tutup Habib Muhammad bin Haidar Syahabia. (hms/smh)