PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Menindaklanjuti implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) terkait Gerakan Selamatkan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kot Pekanbaru kembali melakukan penguatan ke Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fisipol Universitas Riau,Rabu (7/5/2025).
Kedatangan jajaran DKP Pekanbaru diterima langsung oleh Ketua Jurusan HI Universitas Riau Dr. Yusnarida Eka Nizmi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Maisisco memimpin langsung rapat teknis terkait penerapan MoU yang difokuskan pada penerapan kebijakan hemat pangan, khususnya terkait food lost (makanan bersisa) dan food waste (sampah makanan).
''Kunjungan kami ke Kampus Universitas Riau ini adalah untuk mamastikan, sinergi yang telah dilakukan dalam bentuk MoU beberapa waktu lalu tetap berjalan. Kami melihat kampus memiliki peran penting yang bisa disinergikan dalam penerapan kebijakan hemat makanan ini,''ungkap Kepala DKP Pekanbaru, H. Maisisco yang saat itu didampingi sejumlah jajaran.
Dikatakan Maisisco, dengan program yang ada di kampus, seperti pengabdian masyarakat, maupun program rintisan lainnya, dia yakin upaya penguatan ketahanan pangan bisa dilakukan dalam berbagai perspektif.
Maisisco dalam hal ini juga berharap sinergi yang lebih besar, yakni melibatkan unsur kampus lintas fakultas, sehingga aspek sinergitasnya bisa lebih luas dan peran yang diambil bisa lebih terbuka.
Dia mencontohkan, dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), juga menghasilkan food lost dan food waste. Dan itu perlu dilakukan pengkajian, sehingga langkah akhirnya bisa mendukung pada upaya hemat pangan.
''Pasti ada yang bersisa, pasti ada sampah makanan. Dan disana kita bisa berperan dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaannya, sampai di konsumsi,''ungkap H. Maisisco.
Maisisco menjelaskan, menyosialisasikan ini tak hanya bisa dilakukan di hulu, pada pengelola dapur, namun juga pada para siswa dan murid. Misalnya dengan mengajak para murid untuk makan tidak bersisa,
Dr. Yusnarida Eka Nizmi, dalam penjelasannya mengungkapkan HI Universitas Riau sejauh ini tetap berjalan dalam upaya pihak Jurusan Internasional Unri hadir Dr. Yusnarida Eka Nizmi lewat program yang ada di kampus, seperti pengabdian masyarakat.
Dia juga mengapresiasi langkah cepat DKP dalam mengantisipasi bertambahnya potensi food lost dan food waste dalam program MBG yang memang menurutnya sejauh ini mungkin perlu dilakukan mitigasi.
''Setiap kebijakan baru pastinya juga perlu analisis dan mitigas, sehingga, bisa meminimalisir dampaknya,'' ungkap Yusnarida.
Dia juga mengaku siap untuk mendukung apa yang menjadi langkah DKP dalam upaya memastikan hemat pangan sebagai sebuah langkah bersama.(R04)