Menjaga Hutan, Menjaga Kehidupan: Kolaborasi untuk Keberlanjutan Hutan Riau

Sabtu, 10 Mei 2025 | 10:28:53 WIB

Penulis: Norma Yulistri dan Misel Friledia Rahmadhani

Di era modern ini, aspek keberlanjutan hutan menjadi salah satu fokus yang semakin banyak diperhatikan di tengah riuhnya isu kerusakan hutan yang  semakin banyak didengar. 

Hutan Riau memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, mencegah perubahan iklim, dan menopang kehidupan masyarakat lokal.  

Tetapi keberlanjutan hutan riau kini terancam dengan adanya kerusakan hutan, mulai dari illegal logging, kebakaran hutan, dan alih fungsi lahan untuk perkebunan kelapa sawit menjadi contoh nyata kerusakan hutan yang terjadi.

Hutan Riau dan Kehidupan Masyarakat: Membangun Komitmen Eratkan Kolaborasi

 Provinsi Riau, dengan kekayaan hutannya yang luas, menyimpan hubungan erat dan kompleks antara kelestarian alam serta kehidupan masyarakat lokal. Hutan dipandang tidak hanya sekadar hamparan pohon, melainkan sebagai sumber kehidupan yang telah lama menyatu dengan budaya, tradisi, dan ekonomi masyarakat Riau. 

Hutan Riau merupakan sumber daya alam yang vital bagi masyarakat lokal. Masyarakat bergantung pada hutan untuk berbagai kebutuhan mulai dari sumber pangan, sebagai sumber pencaharian melalui kegiatan seperti pertanian ladang, perkebunan merupakan sumber penghidupan utama. 

Akan tetapi, keseimbangan ini kini terancam oleh berbagai faktor, sehingga memerlukan upaya yang serius untuk menjaga keberlanjutan hutan dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan.

Melalui komitmen dan kerja sama yang kuat,  kita dapat memastikan bahwa hutan Riau tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan untuk generasi mendatang.   

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan hutan, pemerintah provinsi riau turut andil dalam memperhatikan aspek keberlanjutan hutan dengan menjalin kolaborasi bersama PT RAPP serta berbagai pemangku kepentingan seperti LSM, masyarakat adat maupun  masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan Hutan Riau, sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

 Kolaborasi ini bukan sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan dalam berbagai aksi nyata. Pemerintah Provinsi Riau bersama PT RAPP, telah menjalankan berbagai program untuk menjaga kelestarian hutan, salah satunya adalah dengan pendeklarasian GREEN for Riau. 

GREEN (Growing Resilience through Emissions Reductions, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for a Nurturing Future). Merupakan deklarasi dengan tujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan hutan serta lahan yang lestari di Provinsi Riau. 

Upaya ini difokuskan pada pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+), pemberdayaan masyarakat sekitar hutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan, penggalangan investasi hijau untuk mendukung proyek-proyek pelestarian, penerapan solusi berbasis riset ilmiah untuk pengelolaan hutan yang efektif, serta penguatan kerja sama antar berbagai pihak (pemerintah, swasta, masyarakat) guna menghadapi dampak perubahan iklim. Singkatnya, GREEN bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan Riau demi masa depan yang lebih baik.

Siapa saja yang terlibat dalam program dan bagaimana program tersebut berjalan ?

Program GREEN for riau ini melibatkan PT RAPP, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), dan Green Radio dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kolaborasi lintas sektor. Program ini sejalan dengan visi keberlanjutan APRIL 2030, yang memiliki pilar Climate Positive dan Thriving Landscapes. Climate Positive berfokus pada pengurangan emisi karbon dan penyerapan karbon berlebih, sedangkan Thriving Landscapes menekankan pada pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan terintegrasi untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan produktif. Kedua pilar ini saling terkait dan harus dijalankan secara bersamaan untuk mencapai keberlanjutan hutan yang diinginkan.Tujuannya adalah mencapai pertumbuhan positif bagi iklim dan alam, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran program GREEN for Riau dilaksanakan di Gedung Daerah Balai Serindit pada tanggal 8 Mei 2025 yang dipimpin oleh Gubernur Abdul Wahid, yang berperan sebagai penggerak utama program GREEN for Riau. Peresmian program ini juga turut dihadiri oleh Kedutaan Besar Inggris dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.

Berbagai strategi yang akan diterapkan dalam menjalankan program GREEN for Riau adalah dengan  memanfaatkan Kolaborasi Multi-Stakeholder, yang mana  Program ini menekankan kerja sama yang kuat antara pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Kehutanan RI, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor swasta, masyarakat adat, dan masyarakat lokal.  

Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberhasilan program dan keberlanjutannya. Yang kedua adalah Pengelolaan Hutan Berkelanjutan. Aspek kunci dari GREEN for Riau adalah pengelolaan hutan yang berkelanjutan.  Ini mencakup praktik-praktik seperti reboisasi, restorasi lahan gambut, pencegahan kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang bertanggung jawab.  

Tujuannya adalah untuk mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, sehingga mengurangi emisi karbon. Ketiga melakukan Pemberdayaan Masyarakat. 

Program ini  meliputi pelatihan dan pendidikan, peningkatan akses ke pasar, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang berkelanjutan secara lingkungan. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil melindungi lingkungan. Keempat adalah Pemantauan dan Evaluasi.  Untuk memastikan efektivitas program, akan dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.  

Data dan informasi yang dikumpulkan akan digunakan untuk mengukur kemajuan, mengidentifikasi tantangan, dan melakukan penyesuaian program jika diperlukan. 

Dan yang kelima  adalah dengan berintegrasi dengan REDD+. GREEN for Riau dijalankan secara terintegrasi dengan program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation), sebuah inisiatif global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan.  Hal ini memungkinkan akses ke pendanaan internasional dan dukungan teknis.(*)

Terkini