Penulis: Misel Friledia Rahmadhani dan Norma Yulistri
Di atas tanah gambut yang dulu nyaris tak bernilai, kini berdiri barisan tanaman akasia yang ditanam dengan presisi. Namun pohon-pohon itu tak tumbuh karena teknologi semata. Mereka hidup karena tangan-tangan yang bekerja Bersama dari teknisi lapangan, petani setempat, hingga pemangku kebijakan yang membuka ruang dialog. Inilah narasi baru dari industri kehutanan: bahwa merawat hutan tidak cukup hanya dengan modal, melainkan juga dengan kepercayaan dan kolaborasi.
Berbicara dengan warga sekitar, saya mendengar cerita-cerita perubahan. Mereka yang dulunya merasa terpinggirkan, kini terlibat langsung dalam pengelolaan hutan.
Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga bagian integral dari proses restorasi. Keterlibatan mereka memberikan rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap kelestarian hutan. Perjalanan menuju restorasi ini tentu tidak mudah.
Tantangan masih banyak, baik dari segi teknis maupun sosial. Namun, semangat kolaborasi yang saya saksikan di sini begitu kuat. Kerja sama antara RAPP, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya menunjukkan bahwa perubahan nyata memang mungkin terjadi.
Di jantungnya adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit operasional utama dari APRIL Group, yang dalam satu dekade terakhir bertransformasi dari simbol eksploitasi menjadi pionir restorasi industri berbasis kemitraan. Lewat berbagai kolaborasi lintas sektor, RAPP menyulam ulang hubungan antara hutan, manusia, dan masa depan.
Dari Kecurigaan menjadi Kepercayaan
Tahun 2015 menjadi titik balik penting bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) saat bencana kabut asap mengguncang Riau, memicu krisis lingkungan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap perusahaan kehutanan.
Menyadari tak bisa menghadapi persoalan ini sendirian, RAPP mulai membuka ruang dialog dan menjalin kerja sama dengan pemerintah, desa sekitar, lembaga riset, dan masyarakat adat. Salah satu langkah konkretnya adalah Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) yang memberikan edukasi dan insentif kepada desa yang berhasil mencegah kebakaran lahan.
Selain itu, RAPP juga mendukung pemadaman dengan menyediakan peralatan, personel, serta bantuan masker bagi masyarakat terdampak, sebagai wujud komitmen perusahaan mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Kolaborasi di Tengah Lahan Gambut
Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) yang digagas oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) merupakan salah satu bentuk kolaborasi nyata yang efektif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau.
Sejak dimulai pada 2014, program ini telah menjangkau puluhan desa di beberapa kabupaten dan terbukti berhasil menekan angka kebakaran hingga signifikan, bahkan diadopsi oleh banyak perusahaan lain sebagai model pencegahan kebakaran yang efektif. Semangat baru pun tumbuh di desa-desa sekitar, di mana masyarakat mulai memahami bahwa menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan mereka sendiri.
Tidak hanya berhenti pada aspek pencegahan kebakaran, kolaborasi RAPP juga merambah ke ranah produksi dan operasional dengan menggandeng mitra petani dan koperasi lokal. Kerja sama ini meliputi penyediaan tenaga kerja, jasa transportasi, serta pengadaan logistik yang berakar kuat pada komunitas sekitar.
Pendekatan ini memperkuat rantai pasok perusahaan tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial, karena melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal secara langsung. Dengan demikian, RAPP membangun sinergi yang berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat, yang bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar
Di Balik Pabrik, Ada Kelas-Kelas Belajar
PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari APRIL Group, memperluas kolaborasinya ke dunia pendidikan dengan menjalin kemitraan strategis bersama berbagai institusi di Riau, seperti Universitas Riau untuk riset kehutanan dan ekologi gambut, serta Politeknik Caltex Riau untuk pengembangan program vokasi teknik industri.
Komitmen terhadap inklusivitas juga diwujudkan melalui dukungan terhadap Sekolah Luar Biasa di Pangkalan Kerinci yang fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebagai langkah lebih jauh, RAPP mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Riau Andalan, satu-satunya SMK berbasis industri kehutanan dan energi terbarukan di Riau, dengan kurikulum yang dirancang bersama Kementerian Pendidikan dan para ahli industri untuk mencetak lulusan siap kerja dan berwawasan lingkungan.
Presiden Direktur APRIL Group, Sihol Aritonang, mengatakan, “Kolaborasi itu bukan hanya proyek jangka pendek, tapi bagaimana kita bangun generasi baru yang memahami pentingnya keberlanjutan.”
Kolaborasi Sebagai Nafas Panjang Keberlanjutan
Bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), kolaborasi adalah fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan.
Perusahaan menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah, masyarakat desa, akademisi, hingga lembaga pengawas untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan transparan, bertanggung jawab, dan sesuai dengan standar lingkungan yang ketat.
Kolaborasi ini menjadi kekuatan yang menjaga keseimbangan antara produksi dan perlindungan ekosistem.
Dalam praktiknya, kolaborasi diwujudkan melalui program seperti Desa Makmur Peduli Api, kerja sama riset dengan universitas, hingga pelatihan vokasi bagi pemuda lokal. RAPP tidak hanya membangun hubungan kerja, tetapi menciptakan kemitraan jangka panjang yang saling menguatkan.
Lewat pendekatan terbuka dan partisipatif, perusahaan membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan pertumbuhan industri bisa berjalan seiring.(*)