PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru melakukan monitoring sekaligus pendampingan dalam pengurusan registrasi izin edar Pasangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produk Dalam Negeri Usaha Kecil (PDUK) ti tiga usaha hidroponik di wilayah Kota Pekanbaru.
Proses pendampingan kepada pelaku usaha dalam mengurus perizinan usaha tahap awal ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, H. Muhammad Jamil di tiga lokasi berbeda.
Adapun usaha hidroponik pertama yang dikunjungi adalah Kandis Green Farm di Marpoyan Damai, kemudian dilanjutkan dengan Rumbia Farm di jalan Sidodadi Marpoyan Damai serta Hazein Green Farm juga di Marpona Damai.
Pada kesempatan itu, Kepala DKP Pekanbaru H Muhammad Jamil mengapresiasi menjamurnya usaha hidroponik di wilayah Kota Pekanbaru.
Dan yang juga membuatnya surprise tentu saja adalah mereka yang mengembangkan usaha dalam kategori urban farming ini adalah mereka-mereka yang masih berusia muda.
''Tadi, kita bertemu dengan pemilik Rumbia Farm, usianya masih muda, kita juga bertemu dengan pemilik Hazein yang juga tak kalah muda,'' tentunya ini menjadi bentuk dari kebangkitan sektor pertanian perkotaan di Kota Pekanbaru. Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, mereka juga membuktikan kalau bisnis hidroponik ini masih sangat menjanjikan,''ungkap Jamil.
Dia juga menyebutkan, menjamurnya usaha hidroponik seperti ini tentunya bukan saja membuka lapangan pekerjaan, namun juga sekaligus menjadi bukti kalau hidroponik ini masih memiliki pasar yang terbuka luas.
''Saya melihat usaha ini masih menjanjikan. Pasarnya masih luas, karena terbukti, sampai saat ini, permintaan untuk sayuran hidroponik seperti pakchoi, kailan, selada, sawi, kangkung dan beberapa jenis lainnya masih cukup besar. Bahkan, swalayan modern dan retail yang ada di Pekanbaru juga masih kekurangan persediaan,'' kata dia.
Karena itulah, Jamil mengajak generasi muda, ibu rumah tangga, warga tidak menyia-nyiakan lahan yang ada di sekitar tempat tinggal dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.
''Mungkin masih ada yang ragu untuk memulai usaha ini. Tapi kami mengajak. Ini pasarnya masih luas. Pekanbaru dan Riau umumnya masih memerlukan banyak pasokan sayur mayur,'' jelas dia lagi.
Nah, untuk mendukung ini, Jamil juga menjelaskan kalau Pemko pekanbaru melalui Dinas Ketahanan pangan siap membantu dalam memberikan kemudahan dalam mengembangkan usaha termasuk dalam hal perizinan.
''Ini kami hadir untuk mendampingi dan menyemangati. Kami berharap ini bisa memotivasi lebih banyak lagi masyarakat untuk mengembangkan usaha hidroponik ini. Usaha ini bagus, sayurannya sehat, bebas kontaminasi pestisida maupun residu, pasarnya masih menjanjikan. Kalau ada keinginan, sebaiknya dimulai,'' gugah dia.
Apalagi, lanjut Jamil, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program makan bergizi gratis. Tentunya, ini semakin membuka prospek usaha yang lebih menjanjikan.

Pada kesempatan itu, pengelola Rumbia Farm Fakkih mengaku kalau dia baru memulai untuk mengembangkan usaha hidroponik ini.
''Alhamdulillah hasilnya cukup menjanjikan.Kita 3,5 bulan sudah bisa panen, dan hasil pertama selain dijual juga dibagikan kepada warga sekitar,'' ungkap dia.
Diakui Fakkih, untuk usaha hidroponik ini relatif mudah dan aman, kendalanya tidak banyak. Hanya memang harus rajin melakukan pengecekan, karena temperatur udara di Pekanbaru relatif panas. Suhu di dalam green house yang kita buat tentunya juga harus disesuaikan, supaya tanaman tidak layu dan pertumbuhannya baik,''kata dia.
Tampak ikut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Konsumsi dan keamanan Pangan DKP Pekanbaru Yarnengsih Alam juga tim OKKPD Pekanbaru.
Ikut juga mendampingi monitoring ini salah satu profesional usaha hidroponik, Richard Kellen yang sangat menyambut baik dukungan yang selama ini diberikan oleh DKP Pekanbaru.(R04)