BI -Bisnis Indonesia Kolaborasi di Program Jelajah Ketahanan Pangan Riau

Senin, 22 September 2025 | 16:58:39 WIB
Kepala DKP Pekanbaru, Muhammad Jamil, Kepala BI RIau Panji Ahmad, Kepala Perum Bulog Ismed Erlando, Kepala KPPG Riau, Kepri dan Sumbar, Dr. Syartiwidya berdialog.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru Dr.H.Muhammad Jamil menghadiri pelepasan tim Jelajah Ketahanan Pangan Bisnis Indonesia, Senin (22/9/2025) siang tadi diTungku Uang -Bank Indonesia di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru.

Program ini merupakan kolaborasi dari perusahaan media, Bisnis Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam rangka memantau dan memetakan kondisi ketahanan pangan di seluru hwilayah Riau.

Tim ini, rencananya akan menjelajahi lokasi yang selama ini menjadi sentra dari kekuatan dan ketersediaan pangan yang ada di seluruh kabupaten dan kota yang selama ini menjadi sentra penghasil pangan di Provinsi Riau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau, Panji Achmad mengungkapkan, kolaborasi ini terlaksana karena Bank Indonesia percaya, bahwa Bisnis Indonesia memiliki jumlah pembaca yng cukup luas secara nasional. Dan banyak ulasan Bisnis Indonesia yang juga dijadikan sebagai referensi dalam berbagai penelitian para ahli.

Dengan kolaborasi ini, jelas Panji, Bank Indonesia wilayah Riau ingin Bisnis Indonesia juga bisa memberikan gambaran terkait kondisi riil dari ketahanan pangan yang ada di wilayah Riau.

''Kami ingin masyarakat mengetahui bagaimana kondisi ketahanan pangan yang ada mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,'' ungkap dia.

Panji mencontohkan, sering kali, permasalahan harga pangan dan inflasimenjadi momok yang mengkhawatirkan setiap menjelang Ramadhan. ''Pada tahun 2024 lalu, kondisinya sama, kita ini selalu ketar ketir, khawatir, kalau harga komoditas pangan bergejolak. Ternyata, memang harga beras naik, harga cabai juga, sehingga  menggerus daya beli masyarakat,'' kenang Panji.

Yang menjadi catatan, lanjut Panji, produksi beras lokal masih dibawah kebutuhan.

''Hanya sekitar 30 persenlah, begitu juga dengan cabai, produksinya juga belum sesuai kebutuhan, sehingga pada saat itu, Riau sangat tergantung dari pasokan dari daerah sekitar seperti Sumbar dan Sumut,'' ungkap dia.

Bagaimana untuk memastikan situasi tetap terjaga, Panji mengungkapkan Bank Indoensia, juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) membuka  kerja sama antar daerah dengan mendorong kerja sama Business to Business maupun antar pemerintah daerah pemasok untuk bisa memenuhi pasokan pangan di pasar.

Tak hanya pemerintah, TNI dan Polri juga dilibatkan dalam mendukung stabilitas harga pangan di pasar.

Langkah-langkah ini selalu menjadi pembahasan setiap menjelang Ramadhan dengan harapan komoditas pangan seperti beras, cabai, bawang bisa tetap tersedia dan inflasi tetap terkendali.

Syukurnya, lanjut Panji, pada tahun 2024 lalu, Pekanbaru dan Riau masih menjadi provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi secara nssional.

''Dan Pekanbaru, juga menjadi daerah terbaik dalam strategi pengendalian inflasi di Riau,'' kata dia sembari mengajak Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk terus berkolaborasi dalam pengendalian inflasi.

''Beberapa hari lalu, BI bersama Pemko Pekanbaru yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan juga baru saja menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Ini salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan pangan di tengan masyarakat,''ungkap dia.

Perwakilan Binsis Indonesia wilayah Riau, Kepri, Sumbar, Aang Ananda  mengungkapkan, Tim Jelajah Ketahanan Pangan Bank Indonesia-Bisnis Indonesia sendiri rencananya akan turun ke sejumlah sentra pertanian di Provinsi Riau seperti Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan  termasuk Kuantan SIngingi.

''Kami akan melihat dan memetakan daerah yang selama ini menjadi sentra penghasil, baik itu cabai bawang dan utamanya adalah beras. Jadi kami juga akan turun ke kantor-kantor Bapak yang ada di daerah untuk bisa mendapatkan gambaran tentang kondisi ketahanan pangan dan kerja-kerja apa saja yang telah dilakukan, melihat kendala, tantangan dan peluang yang ada  dalam mendukung upaya ketahanan pangan ke depan,'' sebut Aang.

Sementara itu, Kepala DKP Pekanbaru,Dr. H Muhammad Jamil mengapresiasi langkah kolaborasi yang dilakukan antara BI Riau dan Bisnis Indonesia dengan melaksanakan Jelajah Ketahanan Pangan.

''Kita berharap kolaborasi ini juga tentunya bisa mendukung pada terciptanya ketahanan pangan di Provinsi Riau termasuk di Kota Pekanbaru,''harap dia.

Kegiatan Jelajah Ketahanan Pangan dimulai dengan pelepasan mobil jelajah ketahanan pangan yang nantinya akan menyusuri daerah sentra pangan hingga ke seluruh penjuru Riau.

Tampak hadir pada peluncuran kegiatan ini Pemimpin WIlayah Perum Bulog Riau Kepri Ismed Erlando, Kepala KPPG Riau Kepri Sumbar, Dr. Syartiwidya, Deputi Kepala BI Riau  Sudiro Pambudi,  Direktur BUMD Sarana Pangan Riau  Ade Daulay dan beberapa stake Holder Terkait. (R04)

Terkini