Kejari Geledah Gedung DPRD Pekanbaru

Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:06:22 WIB
Sumber Foto: cakaplah.com

PEKANBARU  (RIAUSKY.COM)-  Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melakukan penggeledahan  terhadap Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Jumat (12/12/2025).

Proses penggeledahan diinformasikan berlangsing dari siang hingga menjelang malam. Dalam penggeledahan itu, tim penyidik Kejadi Pekanbaru menyita sejumlah dokumen dan perangkat elektronik.

Tak hanya itu, mereka juga mengamankan salah seorang  pegawai di Sekretariat DPRD, diduga adalah ajudan Sekretaris DPRD (Sekwan) Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung.

Adapun penggeledahan yang dipimpin Kepala Seksi Pidsus, Niky Junismero  ini diduga terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Sekretariat DPRD,  Kota Pekanbaru.

Tampak proses penggeledahan didampingi pengamanan ketat aparat TNI.

Dilansir dari cakaplah.com, dari kegiatan tersebut, penyidik menyita sebanyak tiga boks dokumen serta beberapa perangkat elektronik. Selain itu, turut diamankan seorang honorer  yang diketahui merupakan ajudan Sekwan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Intelijen Kejari Pekanbaru, Adhi Thya Febricar, membenarkan adanya penyitaan barang bukti serta pemeriksaan intensif terhadap honorer tersebut.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Adhi, Jumat malam.

Dari tangan pria tersebut,  penyidik juga menemukan sejumlah stempel dan uang tunai sebesar Rp50 juta yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. Terkait status hukum , Adhi menegaskan bahwa hal tersebut akan ditentukan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.

“Tim masih bekerja. Tunggu saja,” singkatnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa perkara yang tengah diusut berkaitan dengan penggunaan anggaran Sekretariat DPRD Pekanbaru Tahun Anggaran 2024.

Pengusutan telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pada tahap penyelidikan, sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk Sekretaris DPRD Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung.

Hambali memenuhi panggilan penyidik pada Selasa (7/10/2025) lalu. Ia tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung menuju ruang pemeriksaan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, ia keluar mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Saat dimintai tanggapan oleh awak media, Hambali memilih tidak berkomentar dan langsung menuju kendaraannya.

Setelah penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa pidana, status perkara ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Pada tahap ini, tim kembali mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi sebagai bagian dari proses menuju penetapan tersangka.

Informasi lain menyebutkan bahwa penyidikan turut menyoroti dugaan penyimpangan terkait Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) serta anggaran makan dan minum di Sekretariat DPRD Pekanbaru.(*)

Terkini