KULONPROGO (RIAUSKY.COM)- Hutama Karya menyampaikan bahwa seluruh ruas jalan tol yang dikelola Hutama Karya, baik yang berada di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) maupun di Pulau Jawa yaitu Tol JORR Seksi S (JORR-S) dan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) berada dalam kondisi siap operasi menghadapi peningkatan volume kendaraan saat Nataru.
Penguatan personel siaga, kesiapan sarana dan prasarana layanan, serta optimalisasi fasilitas di seluruh rest area dilakukan untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman.
Sebagai bagian dari strategi menjaga kelancaran arus lalu lintas, Hutama Karya menyiapkan pengoperasian fungsional sejumlah ruas baru, yakni Tol Palembang–Betung Seksi 2 (Musi Landas–Pulau Rimau) serta Junction Palembang.
Dua ruas tol ini akan dioperasionalkan sesuai dengan kebijakan dan arahan dari Badan Pengelola Jalan Tol, Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Padang Tiji – Seulimeum) juga telah dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025 guna mempercepat mobilisasi bantuan bencana dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Provinsi Aceh.
Itu disampaikan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Koentjoro. dalam rapat Komisi VI DPR RI melakukan diskusi lintas sektor bersama sejumlah mitra kerja dan pemangku kepentingan terkait di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akhir pekan lalu.
Dalam diskusi strategis tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. “Curah hujan dan potensi genangan air harus menjadi perhatian di seluruh ruas tol. Pada periode Nataru ini cuaca cenderung ekstrem, sehingga perlu disiapkan fasilitas bengkel, layanan derek, serta ketersediaan SPKLU bagi pengguna kendaraan listrik. Belajar dari bencana yang terjadi, koordinasi yang lebih intens dengan BMKG menjadi sangat penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” ujar Ahmad Labib.
Menanggapi hal tersebut, Hutama Karya menyampaikan bahwa dalam menghadapi periode Nataru, perusahaan telah menyiagakan layanan derek di seluruh ruas tol yang dikelola, dengan jumlah dan penempatan yang disesuaikan pada tiap wilayah untuk memastikan kendaraan yang mengalami kendala di tengah ruas tol dapat segera dievakuasi ke Gerbang Tol terdekat atau titik layanan terdekat. Selain itu, Hutama Karya juga memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di sejumlah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada ruas utama Jalan Tol Trans Sumatra guna mendukung pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
“Sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem, Hutama Karya menyiapkan dukungan informasi melalui Variable Message Sign (VMS) yang akan menayangkan prakiraan cuaca dari BMKG serta imbauan keselamatan secara berkala, sehingga pengguna jalan dapat memperoleh informasi kondisi terkini dan melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” ungkap dia. (*)