Begini Kondisi Kelistrikan Wilayah Sumatera Saat ini...

Begini Kondisi Kelistrikan Wilayah Sumatera Saat ini...

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- PLN masih terus bekerja keras untuk melakukan pemulihan terhadap kondisi kelistrikan di wilayah Sumatera yang mengalami Blackout pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Setelah kejadian ini, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebutkan, pihaknya langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim.

Pertama, sebut dia, PLN melakukan asesmen memastikan apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan sistim transmisi.

''Alhamdulillah, dalam waktu sekitar 2 jam, seluruh transmisi dan gardu induk kami bisa dipulihkan,''kata dia.

Situasi ini berbeda dengan bencana Sumatera Utara Sumbar dan Aceh beberapa waktu lalu, dimana, pada saat itu terjadi ada kerusakan fisik, dimana transmisi tower rubuh dan transmisi terputus.

''Hari ini kami menyampaikan, bahwa gardu induk dan sistim transmisi kami sudah pulih,''ungkap dia.

Langkah selanjutnya, jelas Darmawan, pihaknya berupaya menyalakan kembali pembangkit-pembangkit yang karena efek domino tadi padam.

Pertama, PLN menyalakan kembali pembangkit dan kedua menyambungkan pembangkit tersebut melalui sistim transmisi melalui gardu induk dan ketigamelakukan sinkronisasi.

''Kami mengakui, bahwa sistem kelistrikan terdiri dari berbagai jenis pembangkit. Untuk pembangkit hidro, proses menyalakan, proses menyambungkan dan proses sinklronisasi bisa berjalan lebih cepat. Sistim gas juga bisa kami laksanakan dengan lebih cepat. Cepat dalam hal ini, adalah berkisar 5-15 jam,''kata dia.

Hanya saja, untuk PLTU, pembangkit listrik tenaga uap/batubara, prosesnya memerlukan waktu cukup panjang. Karena, harus memanaskan air menjadi uap dengan proses auxelary yang harus dinyalakan satu persatu, disambung dan disinkronisasi dan ini memerlukan waktu.

''Untuk itu, seluruh tim kami kerahkan. Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat. terumta apembangkit hidro dan gas, dari tadi malam, langsung satu per satu secara sistematis kita nyalakan. Sehingga kita melihat sebagian sistim di Sumatera Bagian Selatan, SUmatera bagian tengah, maupun Sumatera bagian utara, baik Sumut dan Aceh mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik dimana listrik mulai menyala,'' jelas dia.

Hanya saja, untuk pembangkit berbasis PLTU batubara, masih memerlukan waktu.

Dia menyebutkan, ada sebagian  PLTU batubara yang sudah berhasil dinyalakan jam 03.00 WIB, ada juga PLTU batubara yang masih menunggu untuk bisa siap dinyalakan kembali dan masih memerlukan waktu untuk memulihkan agar seluruh pembangkit bisa kembali menyala, bisa nyambung dan bisa sinkron dengan sistim ketenagalistrikan Sumbagteng dan Sumbagut dan Sumbagsel.

PLN, lanjut Darmawan, juga sudah melakukan konsinyering. Dan mengapresiasi seluruh tim PLN yang masih bekerja di lapangan.

''Kami memberikan apresiasi kepada teman-teman di lapangan, sampai saat ini, tim belum tidur. Kami masih berkomunikasi intens dari tadi malam, baik melalui zoom juga WA call dengan kementerian ESDM yang memberi pengarahan=pengarahan baik strategis maupun teknis, begitu juga melakukan zoom secara permanen dan kami teruskan sampai sistim pulih kembali, baik dengan pengatur beban sumatera di Pekanbaru, manajer manajer pembangkit di setiap pembangkit kami melakukan koordinasi dan arahan agar masing-masing berinisiasi proses sequences untuk menyalakan pembangkit dan melakukan sinkronisasi,''kata dia.

Dia juga meminta seluruh GM wilayah maupun distribusi untuk berkoordinasi dengan stakeholder, forkopimda, pelanggan untuk memastikan upaya pemulihan dan penyambungan ini.

''Begitu gardu induk sudah bertegangan dan menyala langsung disambung dengan penyulang ke rumah-rumah pelanggan dan objek vital satu per satu. Tim kami bekerja 24 jam dan bekerja sampai sistim Sumatera pulih kembali,'' papar dia lagi.

''Kami masih memerlukan waktu, beberapa pembangkit PLTU  ada yang sudah mulai start dan ada memerlukan waktu 15-20 jam untuk bisa sinkron dan beroperasi penuh. Ada PLTU yang masih menunggu karena masih dalam proses penyiapan, dan kami bekerja all out, karena kami paham bahwa listrik ini adalah suatu kebutuhan vital bagi masyarakat, dalam hal ini yang terdampak di pulau Sumatera.(R02)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional