Cahaya Matahari Putih, Mengapa Langit Berwarna Biru? Ini Penjelasan Ilmiahnya...

Ahad, 05 April 2026 | 07:15:35 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Semua kita pasti tahu, ketika cerah, langit memancarkan warna biru.

Tapi, tahukah kamu, mengapa warna yang muncul di langit berwarna biru, bukan jingga, hijau atau ungu?

Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan pantulan warna yang muncul di langit pada hari cerah adalah biru.

Pertama, pantulan cahaya matahari, kedua, partikel di atmosfer bumi dan ketiga faktor indra penglihatan manusia.

Tiga hal ini menjadi penyebab mengapa dari sudut pandang manusia, langit menjadi berwarna biru.

Dikutip  dari berbagai sumber,  Warna langit yang kita lihat saat ini, siang maupun malam, nggak jauh dari peran matahari.

Cerahnya siang dikarenakan matahari tepat di atas kita. Sementara gelapnya malam dikarenakan matahari sedang berada di sisi bumi lain.

Kita mungkin beranggapan kalau warna cahaya matahari adalah putih terang. Namun, asumsi tersebut tidaklah benar.

Coba bayangkan sebuah bola lampu yang ada di dalam rumah, di antara  cahaya putih yang kuat kamu pasti akan melihat pendaran warna warni di sudit mata.

Begitu juga matahari. Matahari tersusun atas bermacam-macam warna, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, persis seperti pelangi.

Ketujuh cahaya tersebut merupakan gelombang cahaya tampak yang dipancarkan oleh matahari. Gabungan tujuh cahaya inilah yang menjadikan cahaya matahari berwarna putih.

Pada awalnya, matahari memancarkan cahaya yang membawa berbagai panjang gelombang, di antaranya x-ray, sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan gelombang radio (radio waves). 
Disanalah  atmosfer bumi berperan menghalau x-ray, sinar ultraviolet, serta gelombang radio, dan hanya menyisakan cahaya tampak untuk masuk ke bumi.

Selanjutnya, cahaya tampak berjumpa dengan partikel penyusun atmosfer bumi yang tersusun dari nitrogen, oksigen, karbondioksida, argon, ozon dan gas lainnya.

Perjumpaan antara cahaya tampak dan partikel penyusun atmosfer bumi itu mengakibatkan terjadinya penghamburan cahaya.

Penghamburan cahaya inilah yang menjadi kunci  mengapa langit yang kita lihat berwarna biru. Lalu, kenapa harus biru?

Proses Penghamburan Cahaya

Penghamburan cahaya adalah proses di mana partikel gas menyerap cahaya tampak matahari dan dipancarkan kembali ke berbagai arah.

Teori penghamburan oleh seorang fisikawan bernama Rayleigh menjelaskan, bahwa semakin rendah panjang gelombang yang dipancarkan oleh cahaya tampak, maka semakin banyak pula yang dihamburkan. Teori ini bisa kita sebut dengan Teori Rayleigh.

Nah, panjang gelombang yang paling rendah di antara ketujuh cahaya tampak adalah biru, nila, dan ungu.

Panjang gelombang dari cahaya nila dan ungu memang lebih rendah, namun kuantitasnya lebih sedikit daripada cahaya biru. Makanya, karena nila dan ungu kalah jumlah, dan menyebabkan langit yang kita lihat jadi warna biru.

Selain faktor kuantitas yang dipancarkan oleh matahari, ternyata mata kita juga lebih sensitif pada warna biru.

Sel kerucut pada mata kita yang berperan untuk menangkap warna, lebih sensitif terhadap warna biru daripada nila maupun ungu. Sehingga, mata kita jadi lebih gampang untuk menangkap warna biru pada langit.(R02)

Terkini