Abon Patin hingga Batik Kampar Siap Rebut Pasar Luar di IndoVEC Expo 2026

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:19:53 WIB

KAMPAR (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) mendorong produk lokal menembus pasar lebih luas dengan mengikuti IndoVEC Expo 2026 yang digelar 1-4 Mei di Mega Mall Batam Centre, Kota Batam.

Kegiatan ini difokuskan untuk membuka akses pasar sekaligus menguji daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah(UMKM) di luar daerah.

Kampar tidak hanya membawa satu jenis komoditas, tetapi menampilkan beragam produk unggulan sebagai strategi menjangkau lebih banyak segmen pasar.

Produk yang dipamerkan antara lain Batik Kampar, olahan ikan patin seperti abon dan kerupuk kulit patin, produk olahan kelor, jahe merah, singkong panggang, salai podeh, serta berbagai produk lain hasil pelaku UMK.

Keberagaman tersebut mencerminkan upaya peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Bahan baku yang sebelumnya dijual mentah kini diolah menjadi produk siap konsumsi maupun kerajinan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar, Syarifuddin, mengatakan keikutsertaan dalam pameran ini dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis dan mendorong transaksi.

“Produk UMK Kampar memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Melalui ajang ini, kita ingin menunjukkan bahwa produk lokal Kampar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, fokus keikutsertaan bukan sekadar promosi, tetapi bagaimana produk UMK bisa masuk ke pasar baru dan memperluas distribusi.

Selain itu, partisipasi ini juga diharapkan mendorong pelaku UMK untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperbaiki kemasan agar lebih kompetitif.

Batam dipilih karena posisinya strategis dan berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, sehingga membuka peluang produk Kampar dikenal lebih luas oleh wisatawan maupun pelaku usaha mancanegara.

"Di sisi lain, keberadaan masyarakat Kampar yang merantau dan menetap di Batam juga menjadi pasar potensial. Produk khas daerah dinilai mampu menarik minat sekaligus menghadirkan kedekatan emosional bagi perantau," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan partisipasi ini berdampak pada peningkatan penjualan dan perluasan pasar.

Momentum ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk UMK Kampar untuk menembus pasar internasional serta memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Dengan mendorong produk lokal tampil di pasar yang lebih luas, pemerintah daerah optimistis UMK Kampar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat," tukasnya. (CR2)

Terkini