Fluktuasi Dolar Berpotensi Pengaruhi Belanja Pemerintah Kota Pekanbaru

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:49:53 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru mengungkapkan potensi terjadi kenaikan terhadap harga belanja kegiatan pemerintah bersamaan dengan melonjaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho selepas pelaksaan rapat High Level Meeting (HLM) bersama jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di aula MPP Pekanbaru di Jalan Sudirman, Kamis (21/5/2026).

Dikatakan Agung, sudah pasti akan ada pengaruhnya terhadap belanja pemerintah. Namun sejauh ini, pihaknya masih melihat dan mempelajari kondisi fluktuasi terhadap belanja daerah.

''Pasti akan ada, tapi kita masih memantau dan mempelajari kondisi riil di lapangan,'' ungkap Agung.

Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri, sebut dia belum mengambil sikap terkait dengan kondisi fluktuasi nilai tukar rupiah tersebut. ''Kita lihat dan pantau dulu perkembangannya,''kata dia.

Kondisi fluktuktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar ini disinggung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Ahmad.

Namun, Panji menegaskan, sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden maupun Menteri Keuangan, secara fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat.

Hal tersebut ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi berkisar 5,6 persen secara nasional, angka inflasi nasional sebesar 2,21 persen.

Untuk Kota Pekanbaru, jelas Panji, sejauh ini, menjadi salah satu kota dengan angka inflasi yang kondusif, dimana pada periode April 2026 (mounth to mounth) tercatat sebesar 0,31 persen atau 2,72 persen (year to year).

Adapun indeks harga komoditas di Kota Pekanbaru pada periode April 2026 tercatat sebesar 111,59

Hanya saja, menjelang Idul Adha, Panji menegaskan ada beberapa harga komoditas yang perlu diantisipasi, terutama untuk harga komoditas cabai merah, bawang merah, angkutan udara dan harga bahan bakar minyak/bensin yang berpotensi memberi tekanan terhadap angka inflasi di Kota Pekanbaru pada bulan ini.

Panji menegaskan, harga komoditas pangan berpotyensi besar untuk mempengaruhi inflasi di Kota Pekanbaru. Karena itulah, dia mengingatkan pentingnya menjaga kerja sama antar daerah (KAD) untuk komoditas pangan dengan daerah penghasil, mengingat Pekanbaru sangat tergantung dengan daerah-daerah penghasil seperti Sumbar, Sumut, Jawa Tengah dan beberapa daerah lainnya.(R04)

 

Terkini