Presiden Prabowo Lantik Tiga Petinggi BGN, Ini Rencana Kerja Mereka ke Depan

Senin, 08 Juni 2026 | 21:05:38 WIB

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik masing-masing adalah,  Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional bersama Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Pelantikan ketiganya mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional serta Pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, BGN dipimpin oleh Dadan Hindayana, serta dua wakil Ketua, Soni Sonjaya juga Lodewyk Pusung.

Selain melantik tiga petinggi BGN, Presiden prabowo juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Pengangkatan Said Iqbal didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Prosesi pelantikan para p[ejabat ini  berlangsung khidmad di Istana Negara dengan diawali pembacaan keputusan presiden dan dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo.

Dalam pengambilan sumpah jabatan tersebut, Presiden membimbing para pejabat yang dilantik untuk mengucapkan sumpah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden saat mendiktekan sumpah jabatan.

Selepas pengambilan sumpah, Presiden Prabowo langsung menyalami para pejabat yang dilantik. Tampak juga Presiden prabowo menyalami Nanik S Deyang sembari memberi ucapan selamat dan pesan singkat.

Ini Tiga Rencana BGN Ke Depan

Nanik kepada wartawan selepas pelantikan mengungkapkan ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik, benar, tulus, ikhlas dan jujur.

MBG, dikatakan nanik adalah program yang bagus sekali, karena BGN bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa sekaligus menggerakkan ekonomi  bawah.

''Di sini saya ditemani  ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti dan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun tentang pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke. Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya, ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan juga teritorial yang belum terbangun,'' kata dia.

Langkah kami, pertama, kami concern pada efisiensi anggaran, agar tidak membebani anggaran negara, tapi dengan tidak mengubah target gizi yang akan diberikan.

Efisiensi ini dilakukan dengan melalui moratorium, bukan cuma titik baru, tapi juga dapur-dapur baru.

''Berdasarkan virtual account  perhari ini ada 27.877 dapur. kita hentikan dulu segitu, kita akan tata. Kita tata apakah dapur-dapur ini melayani sudah sesuai penerima manfaat yang ada, atau sudah berlebih,'' ungkap Nanik.

Kemudian, lanjut dia, BGN akan menata. Karena, dari data, dapur masih menumpuk di Jawa.

''Setelah ditata, kami akan menghitung, apakah perlu membuka kembali atau tidak,'' kata dia.

Pihaknya juga akan melakukan refocusing penerima manfaat, misalnya untuk sekolah-sekolah kaya, karena di rumah pasti gizinya lebih bagus.

''Jadi kita akan arahkan pada anak-anak atau penerima manfaat  yang memang perlu menerima intervensi gizi. Apakah yang 63 juta sekarang ini benar butuh, atau bisa dikurangi, nanti bisa kita tambah untuk yang belum memeroleh,''  jelas dia.

''Kita juga akan melakukan kontrol terhadap kualitas. Kami sudah sampaikan ke Presiden, ke depan kita tidak mengerjar kuantitas, tapi pada kualitas sehingga akan dicek, apakah dapur-dapur yang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti kita akan kelompokkan apakah bisanya 3.000, 2.000 atau 1.000  saja.Nanti akan dikelompokkan,'' kata dia.

Selanjutnya untuk daerah 3T, untuk yang belum digarap invenstor akan coba dikerjasamakan kalau bisa dibiayai dengan CSR BUMN, hibah luar negeri, atau perusahaan besar berinvestasi, untuk membuatkan dapur.(R02)

 

 

 

Terkini