Bahaya Game Online Bikin Kecanduan, KPI IAIN Datuk Laksemana Sosialisasi ke Ponpes Nuruh Hidayah

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:24:46 WIB

BENGKALIS (RIAUSKY.COM)– Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester VI bersama dosen pengampu Mata Kuliah Teknik Fasilitasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis menggelar sosialisasi bertajuk "Identifikasi Isu Sosial: Kecanduan Bermain Game Online dan Cara Memverifikasi Berita Hoaks" di Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah (PMNH), Desa Bantan Tua, Kabupaten Bengkalis, Selasa, 23 Juni 2026. 

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 santri dan santriwati tersebut berlangsung di Aula Serbaguna Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu sosial yang berkembang di era digital.

Materi yang disampaikan berfokus pada bahaya kecanduan game online, dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial remaja. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya literasi digital, khususnya cara memverifikasi kebenaran informasi agar tidak mudah terpengaruh maupun menyebarkan berita hoaks.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Ustad Adi Busoleh. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kami sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Semoga adik-adik santri dapat mengambil manfaat dan ilmu yang disampaikan, sehingga lebih bijak dalam bermain game maupun menerima informasi," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para santri aktif mengikuti penyampaian materi serta berdiskusi mengenai fenomena kecanduan game online dan maraknya penyebaran berita hoaks di kalangan generasi muda.

Dosen pengampu Mata Kuliah Teknik Fasilitasi sekaligus pembimbing kegiatan, Imam Hakim, SP., M.Si., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada mahasiswa maupun para santri agar terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal utama untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Pendidikan adalah tiket menuju masa depan, dan mereka yang sukses adalah mereka yang mempersiapkan dirinya mulai hari ini," pesannya.

Imam Hakim juga memperkenalkan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki 14 program studi jenjang Strata 1 (S1) serta satu Program Magister Pendidikan Agama Islam. Ia mengajak para santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagai investasi masa depan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para santri mampu mengelola penggunaan game online secara bijaksana, meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, serta menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Kegiatan berlangsung dengan suasana serius namun penuh keakraban. Sebagai penutup, panitia mengadakan sesi foto bersama dan penyerahan doorprize kepada santri dan santriwati yang aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.(R11)

Terkini