BI Dorong Kopi Liberika Riau Naik Kelas, Kompetisi Barista Diyakini Dongkrak Nilai Jual

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:04:08 WIB
Dok. Istimewa

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan UMKM dan potensi ekonomi lokal melalui penyelenggaraan Karya Riau Bertuah 2026, yang digelar di Living World Pekanbaru pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi wadah promosi UMKM sekaligus percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Selama enam hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati berbagai agenda, mulai dari pameran produk UMKM sektor kuliner, wastra (fesyen), kriya, hingga pojok kopi yang menampilkan beragam olahan kopi lokal.

Khusus pada hari ini, rangkaian kegiatan mengusung tema "Riau Berkopi" dengan agenda utama Brewers Cup Competition, yakni kompetisi bagi barista lokal dalam mengolah kopi Liberika khas Riau menjadi sajian terbaik.

"Kompetisi ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah kami mulai sebelumnya untuk memperkenalkan dan mengangkat kopi Liberika Riau agar semakin dikenal masyarakat luas. Melalui ajang ini kami ingin menunjukkan bagaimana kopi Liberika dapat diolah menjadi produk berkualitas tinggi," ujar Hafidh Amrullah, Kepala Tim Implementasi KEKDA KPw Bank Indonesia Provinsi Riau.

Sebanyak 27 barista mengikuti kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp15 juta. Jumlah peserta sengaja dibatasi meski peminat jauh melebihi kuota, mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan. Kompetisi ini diselenggarakan bekerja sama dengan komunitas Orang Kopi Riau.

Selain kompetisi, BI juga menggelar talkshow tentang pengembangan kopi Liberika dengan menghadirkan pelaku kopi lokal serta narasumber dari komunitas Kopi Liberika Excelsa Wonosalam, Jombang, Jawa Timur.

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa harga kopi Liberika di Jombang telah memiliki nilai jual jauh lebih tinggi. Jika di Riau harga kopi Liberika masih berada di bawah Rp200 ribu per kilogram, di Jombang kopi sejenis mampu dipasarkan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp650 ribu per kilogram.

Menurut BI, kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang peningkatan nilai tambah kopi Liberika Riau melalui peningkatan kualitas, branding, dan berbagai ajang kompetisi.

"Ketika kopi memenangkan kompetisi, produk tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena memiliki pengakuan dan reputasi. Hal inilah yang diharapkan dapat ikut mendongkrak harga kopi Liberika Riau," jelasnya.

Bank Indonesia menilai pengembangan kopi tidak hanya berdampak pada industri hilir, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani, pelaku UMKM, hingga sektor pengolahan yang terlibat dalam rantai ekonomi kopi.

Melalui kegiatan seperti Karya Riau Bertuah, BI berharap kopi Liberika Riau mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai tambah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, BI membuka peluang melakukan studi banding ke Jombang agar pelaku kopi di Riau dapat mempelajari praktik pengembangan kopi Liberika yang telah berhasil meningkatkan nilai ekonominya. (*)

Terkini