JAKARTA(RIAUSKY.COM) - Sudah hampir dua bulan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung hilang. Bahkan kondisi seminggu belakangan ini semakin parah dan membuat warga di sana banyak diserang penyakit pernapasan.
Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan masalah ini. Pemerintah diminta jujur soal apa masalah sebenarnya hingga penyelesaian kabut asap ini begitu lama.
"Pemerintah harus terbuka masalahnya apa, sehingga tidak bisa dipadamkan ini," kata Saleh saat dihubungi seperti dikutip dari detikcom, Rabu (30/9/2015).
Saleh mengatakan dana yang dihabiskan untuk penanggulangan kabut asap ini sudah mencapai Rp 385 miliar. Dana itu hanya berasal dari satu pintu, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan belum dari pintu-pintu lainnya.
"BNPB kan mitra kita, itu sudah anggarkan sampai Rp 385 miliar untuk pemadaman asap. Haruskan sudah padam itu, kemudian apa masalahnya kok nggak padam?" ucap politikus PAN ini.
Menurutnya pemerintah daerah atau provinsi juga harus turut serta menangani masalah ini. Jangan hanya mengandalkan pemerintah pusat.
"Kabupaten provinsi juga harus berpartisipasi untuk mengatasi masalah itu," kata Saleh.
Saleh mengatakan pemerintah perlu duduk bersama dengan lembaga terkait baik dari pemda, pemrov juga lembaga lingkungan hidup lainnya untuk saling terbuka, berbicara dan duduk bersama agar masalah ini bisa segera diatasi. Sebab menurutnya saat ini sudah banyak lembaga lingkungan hidup dan kehutanan yang sudah bekerja namun api dan asap belum juga hilang.
"Penanganan bencana di Indonesia ini bukan hanya BNPB, ada Kemensos, Kementerian Lingkungan Hidup, dan juga masyarakatnya," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, asap yang menyelimuti wilayah Sumatera dan Kalimantan masih pekat. Misalnya saja di daerah Riau, di sana sekolah di sejumlah kabupaten diliburkan.(RO3)