Pemko Pekanbaru Ambil Tindakan Tegas dan Siapkan Langkah Hukum Atasi Perilaku Menyimpang LGBT

Selasa, 14 Juli 2026 | 15:49:12 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)– Aktivitas kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Pekanbaru akhir-akhir ini dinilai semakin meresahkan masyarakat luas. Bahkan, perilaku menyimpang tersebut dilaporkan mulai berani dipertontonkan secara terang-terangan di ruang publik. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi mengeluarkan peringatan keras dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk aktivitas LGBT di wilayah Kota Bertuah.

Langkah taktis dan penegasan ini disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, pada Selasa (14/7/2026). Penegasan sikap pemerintah daerah ini dikeluarkan menyusul gelombang laporan serta keluhan yang terus mengalir dari warga kepada pihak berwenang. Pemerintah menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah nyata demi menjaga ketertiban, norma sosial, serta kenyamanan hidup bermasyarakat di Pekanbaru.

Markarius Anwar mengakui bahwa aduan yang masuk ke meja pemerintah kota mengenai indikasi aktivitas menyimpang tersebut terus meningkat. Ia menekankan bahwa Pemko Pekanbaru memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga ketertiban umum dari segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan norma agama dan adat istiadat setempat. Pemerintah tidak akan membiarkan ruang publik disalahgunakan untuk aktivitas yang mengganggu ketenteraman warga.

"Kami banyak menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas perilaku menyimpang LGBT ini. Pemkot Pekanbaru tidak akan membiarkan aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum berjalan begitu saja. Kami juga siap mengambil tindakan hukum apabila aktivitas tersebut memang terbukti meresahkan masyarakat," tegas Markarius Anwar saat memberikan keterangan resmi.

Guna mengantisipasi perluasan pengaruh buruk tersebut, Wakil Walikota Pekanbaru mengimbau dan mengajak seluruh elemen generasi muda untuk lebih mawas diri. Kalangan remaja diminta untuk senantiasa mewaspadai pola pergaulan sehari-hari agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran perilaku menyimpang. Pengawasan mandiri dari lingkungan keluarga dan pertemanan yang sehat dinilai menjadi benteng pertahanan pertama yang paling efektif.

Pemerintah daerah juga tidak telah menjalankan program pencegahan sejak dini dari sektor hulu. Pemko Pekanbaru dilaporkan telah menggulirkan program edukasi intensif di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Langkah preventif ini dilakukan dengan menghadirkan langsung para pakar medis untuk mengupas tuntas dampak buruk perilaku tersebut dari kacamata kesehatan.

"Kami memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa mengenai bahayanya perilaku menyimpang ini bagi masa depan mereka, termasuk risiko penularan penyakit menular seksual seperti HIV. Dalam program ini, kami sengaja menghadirkan dokter ahli agar para pelajar mendapatkan pemahaman klinis yang benar dan akurat," jelas Wakil Wali Kota.

Sebagai langkah keberlanjutan ke depan, Pemko Pekanbaru berencana untuk memperluas cakupan program edukasi ini secara masif ke lebih banyak sekolah di wilayah Pekanbaru. Dinas terkait akan berkolaborasi erat tidak hanya dengan tenaga medis atau dokter spesialis, tetapi juga melibatkan para psikolog anak dan remaja. Sinergi ini diharapkan mampu membentengi mentalitas para pelajar agar terhindar dari krisis identitas dan pengaruh perilaku menyimpang sejak dini.

Terkini