Arifa Rahma Maulydha, Anak Petani dari Inhil yang Berhasil Menembus Persaingan Menuju Paskibraka Nasional 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:24:59 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  Tidak semua langkah besar dimulai dengan kemewahan. Bagi Arifa Rahma Maulydha, perjalanan menuju panggung nasional justru berawal dari sosok sederhana yang tumbuh di tengah keluarga petani di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. 

Dengan ketekunan dan latihan panjang, siswi SMAN 1 Keritang tersebut terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Keberhasilan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. 

Sang ayah, Sulaiman, mengaku sempat tidak mengetahui ketika putri bungsunya tersebut mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka. Ia baru mengetahui langkah Arifa setelah berhasil melewati tahapan seleksi di tingkat kabupaten.

"Arifa ini anaknya pendiam, saya saja tidak tahu awal dia mendaftar itu. Ternyata setelah lolos tes tahap kabupaten, baru kami diberitahunya. Padahal kami dari orang tua pasti mendukung langkah baik dia," kata Sulaiman saat diwawancara Media Center Riau, Sabtu (15/08/2026).

Bagi keluarga, keberhasilan Arifa bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Minat terhadap pengibaran bendera telah tumbuh sejak lama, terlebih setelah melihat dua kakaknya yang pernah menjadi pasukan pengibar bendera hingga tingkat kecamatan.

"Memang dari dulu Arifa punya minat ke situ. Kebetulan dia ini anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak-kakaknya juga pasukan pengibar bendera tapi hanya sampai tingkat kecamatan saja. Mungkin dari melihat kakaknya dia menjadi termotivasi, alhamdulillah ternyata Arifa tembus sampai tingkat nasional," ujarnya.

Dari situlah semangat Arifa berkembang. Ia melihat pengalaman kedua kakaknya bukan sekadar kebanggan sekolah, tetapi sebagai sesuatu yang mampu menumbuhkan kedisiplinan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pemantik bagi Arifa untuk mencoba mengikuti seleksi dengan target yang lebih tinggi.

Sulaiman menjelaskan, ia tidak pernah membayangkan putri bungsunya dapat membawa nama Riau hingga ke tingkat nasional. Sebagai seorang petani yang sehari-hari bekerja mengolah lahan, pencapaian tersebut menjadi kebahagiaan besar dalam hidupnya.

"Kami inikan orang biasa saja. Saya sehari-hari seorang petani, mana pernah membayangkan anak saya bisa sampai di tahap ini. Tetapi Allah sudah memberikan takdir baik kepada kami," jelasnya.

Di balik prestasinya, Arifa dikenal sebagai anak yang dekat dengan keluarga. Kesibukannya sebagai pelajar dan calon Paskibraka tidak membuatnya melupakan kehidupan di rumah. Ia tetap ikut berbagai aktivitas keluarga, termasuk membantu orang tuanya bertani.

"Dia juga sangat peduli kepada keluarga. Contohnya tiap musim tanam dia ikut nanam, musim panen juga bantu. Bahkan Arifa pernah bilang bahwa dia ingin selalu membanggakan orang tua," tutur Sang Ayah.

Karakter tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Arifa. Disiplin yang dibangun melalui latihan berjalan beriringan dengan nilai tanggung jawab yang telah ia dapatkan dari keluarga. Bagi Sulaiman, menjadi Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.

Perjalanan menuju tingkat nasional tentu membutuhkan kesiapan fisik yang tidak ringan. Arifa harus menjalani latihan secara konsisten sebelum berangkat mengikuti pemusatan latihan nasional. Selama berbulan-bulan, rutinitas tersebut menjadi bagian dari kesehariannya.

"Kalau untuk kesehatan anak, dia insyaallah kuat menjalani latihan. Soalnya sebelum berangkat pemusatan nasional, Arifa selama empat bulan berturut-turut tiap hari rutin latihan fisik dari pagi sampai menjelang magrib," ungkapnya.

Latihan panjang tersebut menjadi bukti kesungguhan Arifa untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Waktu yang biasanya digunakan untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga harus disesuaikan dengan jadwal latihan. 

Namun, dukungan orang tua membuat Arifa tetap mampu menjalani setiap tahapan dengan tekad yang kuat. Bagi Sulaiman, terpilihnya Arifa sebagai wakil Riau di tingkat nasional bukan hanya menjadi prestasi pribadi. 

Pencapaian itu juga membawa nama keluarga dan daerah asalnya ke panggung yang lebih luas. Ia berharap perjalanan putrinya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Indragiri Hilir.

Di tengah kebanggaan tersebut, Sulaiman memilih tetap sederhana dan menyerahkan seluruh proses kepada Sang Pencipta. Sembari berharap putrinya bersama seluruh anggota Paskibraka Nasional dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Kami sekeluarga mohon bantuan doa dari masyarakat Riau agar rombongan Paskibraka Nasional bisa diberikan keselamatan dan dilancarkan semuanya," harapnya.(mc)


 

Terkini