Penanganan Karhutla Kerumutan: Api Tersekat, Tim Fokus Penyisiran Sisa Bara

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:53:19 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, memasuki tahap mopping up setelah area kebakaran berhasil dilakukan penyekatan.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) saat ini sudah tersekat. Tim kemudian berfokus pada penanganan sisa bara api yang masih berada di bawah lapisan gambut.

“Kondisi TKP sudah tersekat. Posisi saat ini tahapan mopping up,” kata Ilham, Kamis (27/8/2026) malam.

Ia menjelaskan, mopping up dilakukan dengan menyasar bara api yang masih tersisa di bawah lapisan gambut. Penanganan ini penting untuk memastikan bara tidak kembali aktif dan memicu penjalaran api.

“Target pengerjaan penyerangan terhadap bara api yang tersisa di bawah lapisan gambut,” ujarnya.

Ilham mengatakan proses mopping up belum selesai dan akan dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026). Tim masih melakukan penanganan pada bagian-bagian yang berpotensi menyimpan bara.

Sementara itu, untuk mengetahui perkembangan luasan kebakaran secara terbaru, Manggala Agni belum melakukan penghitungan ulang. Data luasan terbaru akan diperbarui setelah data citra satelit terbaru tersedia.

“Estimasi lahan terbakar belum kita lakukan perhitungan kembali. Besok baru ada update citra satelit untuk data terbarunya,” jelasnya.

Sebagai pengingat dari data sebelumnya, laporan penanganan Manggala Agni pada 24 Agustus 2026 mencatat luas area terbakar di Kelurahan Kerumutan sekitar 702 hektare. Saat itu, tim gabungan masih melakukan penyekatan kepala api di sisi selatan lokasi, membuka akses jalan menggunakan alat berat excavator, serta melakukan pencucian kanal.

Penanganan karhutla di lokasi tersebut melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi dan Kabupaten, Damkar Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Provinsi Riau, MPA, serta sejumlah regu pemadam kebakaran perusahaan.

Sebelumnya, tim menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pemadaman, antara lain kecepatan angin, cuaca panas ekstrem, volume bahan bakar potensial dan kedalaman gambut.

Dengan lokasi yang kini sudah tersekat, fokus penanganan diarahkan untuk memastikan sisa bara di bawah lapisan gambut benar-benar dapat dikendalikan.

Kegiatan mopping up akan kembali dilanjutkan untuk memastikan kondisi lokasi semakin aman dan mencegah munculnya kembali api.

“Besok kegiatan mopping up akan dilanjutkan,” pungkas Ilham. (mc)

Terkini