PELALAWAN (RIAUSKY.COM) - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan. Melihat kondisi tersebut, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Pelalawan Pekanbaru (HIPMAWAN) turun langsung membantu masyarakat melalui gerakan “10.000 Masker untuk Masyarakat Pelalawan” yang dilaksanakan secara serentak di 12 kecamatan, 30 Agustus 2026.
Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Umum HIPMAWAN Pekanbaru, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus hadir memberikan aksi nyata.
> “Kami ingin mahasiswa tidak hanya berbicara dan mengkritik. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, kami juga harus hadir dan mengambil bagian. Gerakan 10.000 masker ini mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Pelalawan,” ujar Taufik.
Dalam pelaksanaannya, HIPMAWAN melibatkan paguyuban pelajar dan mahasiswa di masing-masing kecamatan, mahasiswa KKN, DKR Pramuka, HMI Pelalawan, serta berbagai pihak lainnya untuk membantu distribusi masker kepada masyarakat.
Gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintahan, organisasi mahasiswa, masyarakat, hingga pihak perusahaan. Dukungan di antaranya berasal dari Kanda Tata Haira 5 kotak, Kepala Desa Angkasa 10 kotak, Pak Havis Kesra 5 kotak, Kabag Kesra 5 kotak, Camat Pangkalan Kuras 8 kotak, Bg Supratman DPRD 5 kotak, Kanda Wanjek 35 kotak, Bg Carles DPRD 12 kotak, Kadishub Pelalawan 5 kotak, Kepala Desa Sialang Kayu Batu 8 kotak, Camat Bandar Petalangan 20 kotak, IPMKPK 20 kotak, IPMKB 20 kotak, serta PT Musim Mas 75 kotak.
Taufik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung gerakan tersebut, terutama pihak yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat.
> “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung gerakan ini. Secara khusus, kami mengapresiasi PT Musim Mas yang tidak hanya memberikan dukungan masker, tetapi juga turun langsung ke jalan bersama-sama membagikan masker kepada masyarakat,” ujar Taufik.
Menurutnya, persoalan kabut asap tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya.
“Masker hanya memberikan perlindungan sementara. Persoalan karhutla tetap harus ditangani secara serius agar masyarakat tidak setiap tahun harus bertahan dari kabut asap,” tegasnya.