INHIL (RIAUSKY.COM) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, tidak terjadi lagi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun parit lintang (kanal bloking) sepanjang 600 meter dengan lebar sekitar satu meter, kedalaman dua meter di sekitar lokasi bekas karhutla. Saat ini kondisi lahan di bekas kebakaran masih terdapat asap tipis berasal tanah gambut.
“Parit lintang ini dibuat untuk memblokir titik api agar tidak kembali menjalar. Walau pun api sudah padam, tapi beberapa titik masih ada kita lihat asap tipis,” kata Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, Rabu (9/9/26).
Pembuatan parit lintang telah dimulai sejak 6 September lalu saat karhutla masih terjadi. Satu unit alat berat yang dikerahkan milik Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Inhil.
Selain itu, BPBD Inhil juga melakukan normalisasi parit khususnya parit 18 dan parit 19, lokasi karhutla terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan tim gabungan memperoleh sumber air sekaligus membantu mengalirkan air ke kawasan yang didominasi lahan gambut.
“Tujuannya agar air lebih mudah didapat dan dialirkan sehingga lahan gambut bisa kembali basah. Ini penting untuk mencegah api muncul kembali dari bawah permukaan tanah,” jelas Arliansyah.
Saat ini lanjutnya, sejumlah personil BPBD masih bersiaga di lokasi mengantisipasi adanya kebakaran susulan. Peralatan pemadaman juga tetap distanbykan.
Sebagai informasi, karhutla di Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan ini telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026 lalu. Diperkirakan lahan terbakar didominasi semak belukar, hutan termasuk perkebunan milik warga. Lahan gambut yang kering, minimnya sumber air menjadi kendala utama saat tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan Damkar Inhil berjibaku melakukan pemadaman.