PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Markarius Anwar mengungkapkan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pandang masyarakat dalam mendapatkan informasi.
Situasi ini mengharuskan media massa, sebagai komponen penting dalam proses demokratisasi harus mampu mengikuti perkembangan masa, sesuai dengan karakteristik, baik cetak, online, radio maupun pertelevisian.
''Di satu sisi, situasi ini membuka peluang untuk tumbuh dan berkembang dengan menjangkau masyarakat yang lebih luas, di sisi lain ini juga menjadi tantangan dengan cara menjaga kualitas pemberitaan dengan tetap mengacu pada standar pemberitaan serta menjaga keberlanjutan aktivitas media,''ungkap Wawako Markarius dalam acara Penguatan Kemitraan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Media yang dilaksanakan di Hotel Batiqa Pekanbaru, Senin (14/9/2026).
Dia menyebutkan, salah satu situasi yang tak bisa dihindari, adalah seperti apa yang dihadapi media cetak, dimana jumlah oplah yang terus menurun. Namun, hal tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Begitu juga dengan media online, yang kini berhadapan dengan tiuh rendah aktivitas media sosial yang tak kalah cepat.
Situasi ini, merupakan tantangan yang menurut markarius tetap bisa membangun ekosistem media yang sehat. Karena, karakteristik media massa berbeda dengan karakteristik media sosial.
Saat ini, jelas Markarius, melalui media sosial, semua orang bisa menjadi pemberita, walau pun mereka bukan jurnalis. bahkan tak jarang, rating penonton mereka lebih besar pula dari pada produk jurnalistik resmi.
''Saya pernah merasakan dampak buruknya, Markarius Anwar memiliki 35 dapur MBG. Saya cek betul, karena informasi itu viral, bahkan dengan penonton hingga 5 juta penayagan. Saya juga berkonsultasi dengan Kapolres untuk memastikan langkah-langkah yang tepat untuk diambil berkaitan dengan informasi yang tidak benar tersebut. Ternyata, itu bukan produk dari media massa, melainkan akun perseorangan yang kini banyak bertebaran di tengah masyarakat,''ungkap Markarius.
Bagi markarius, lebih mudah bagi pemerintah berkoordinasi atau mengambil langkah-langkah dengan media massa lewat produk jurnalistiknya, dibandingkan dengan meladeni produksi hoax yang bertebaran.
''Tapi benar, saya sempat berkonsultasi dengan Pak Kapolres beberapa kali tekait informasi tersebut, karena faktanya tidak seperti itu,'' jelas Markarius.
Tapi, lanjut dia, situasi ini adalah tantangan bukan saja bagi media massa, namun juga pemerintah kota Pekanbaru.
''Dengan sinergi yang kita lakukan dengan media massa hari ini, kami berhadap, ini akan bisa menjadi benteng. Walau pun mungkin setiap hari, kita harus menjawab produksi hoax yang bertebaran yang notabenenya bukanlah produk dari media masssa,'' ungkap Markarius.
Dalam forum ini, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menghadirkan dua anggota Dewan Pers, yakni Komisioner Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi, Yogi Hadi Ismanto dan Komisioner Bidang Hukum Bidang Pengaduandan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli.
Acara langsung dipandu oleh Kepala Dinas Kominfotiksan Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra.
Tampak hadir pada acara tersebut puluhan perwakilan pimpinan media massa baik cetak, online dan elektronik yang ada di Provinsi Riau. (R02)